PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia memperluas akses air bersih dan sanitasi bagi lebih dari 3.000 warga Kampung Cigaok Tengah.(Dok.Manulife Indonesia)
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia memperluas akses air bersih dan sanitasi bagi lebih dari 3.000 warga Kampung Cigaok Tengah, Desa Wargajaya, Bogor, Jawa Barat. Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif Adopt Village yang telah berjalan sejak Desember 2025.
Perluasan fasilitas air bersih dilakukan sebagai bagian dari rangkaian peringatan 41 tahun Manulife Indonesia melayani masyarakat Indonesia. Kegiatan berlangsung di Cigaok Tengah, Bogor, pada 19 Agustus 2026, sekaligus melibatkan karyawan dan tenaga pemasar dalam kegiatan sosial bersama masyarakat.
Program Adopt Village tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi. Manulife juga memberikan edukasi kesehatan, literasi keuangan, kepedulian lingkungan, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Direktur Manulife Indonesia Apriliani Siregar mengatakan peningkatan kualitas hidup masyarakat membutuhkan program berkelanjutan yang melibatkan warga secara aktif.
"Peningkatan kualitas hidup masyarakat membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan dan melibatkan komunitas secara aktif. Melalui Manulife Indonesia Adopt Village, kami tidak hanya mendukung penyediaan akses air bersih dan sanitasi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk merawat fasilitas tersebut," ujar Apriliani.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat diperlukan agar fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong kebiasaan hidup sehat dan memperkuat kemandirian warga.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 41 relawan dari karyawan dan perwakilan tenaga pemasar Manulife terlibat dalam sejumlah aktivitas. Kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi kesehatan dan finansial, serta kegiatan edukatif bagi anak-anak.
Anak-anak di Kampung Cigaok juga mengikuti pembelajaran mengenai kesehatan dan keuangan serta perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan.
MASIH JADI TANTANGAN
Manulife menyebut akses air minum aman dan sanitasi masih menjadi tantangan di Indonesia. Data WHO melalui World Bank Open Data menunjukkan sekitar 30% penduduk Indonesia pada 2024 menggunakan layanan air minum yang dikelola secara aman. Sementara itu, UNICEF Indonesia mencatat 30,45% rumah tangga memiliki akses terhadap air minum aman dan 10,30% terhadap sanitasi aman.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penguatan program penyediaan air bersih di tingkat komunitas. Akses terhadap air bersih dan sanitasi dinilai penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah berbagai penyakit.
Dalam pelaksanaannya, Manulife Indonesia berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Social Enterprise, Rumah Sakit Mayapada Bogor, Pemerintah Desa Wargajaya, tokoh masyarakat, komunitas setempat, mitra strategis, serta warga Kampung Cigaok.
Sejak program dimulai, masyarakat juga mulai membangun jaringan pipa distribusi secara swadaya untuk mengalirkan air bersih ke rumah-rumah. Manulife menilai langkah tersebut menunjukkan meningkatnya kepemilikan dan kemandirian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan fasilitas.
"Perkembangan ini menunjukkan bahwa dampak program tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Ketika masyarakat ikut memiliki, mengembangkan, dan menjaga manfaatnya, di situlah kemandirian komunitas mulai terbentuk," kata Apriliani.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah jajaran Manulife Indonesia dan Manulife Syariah Indonesia. Program Adopt Village merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui Manulife Longevity Institute, platform global yang berfokus pada riset, inovasi, advokasi, dan investasi komunitas untuk mendukung kehidupan masyarakat yang lebih panjang, sehat, dan sejahtera secara finansial. (E-2)


















































