CARLO Ancelotti kembali menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Ketika Brasil tertinggal 0-1 dari Jepang pada babak pertama laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium pada Selasa, 30 Juni 2026, pelatih asal Italia itu tidak panik. Ia memilih tetap tenang, menanamkan kesabaran kepada para pemainnya, lalu melakukan perubahan yang akhirnya mengantar Selecao menang 2-1 dan melaju ke babak 16 besar.
Gol Kaishu Sano pada menit ke-29 sempat membuat Brasil berada di ambang salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Juara dunia lima kali itu terancam tersingkir paling cepat sejak gagal lolos dari fase grup pada 1966. Namun, Ancelotti yakin masih bisa membalikkan keadaan. "Kami tidak kehilangan kesabaran," kata Ancelotti seusai pertandingan seperti dikutip dari laman FIFA.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pelatih berusia 67 tahun itu tidak banyak mengubah pendekatan permainan. Ia hanya meminta anak asuhnya lebih sering mengirim umpan ke kotak penalti dan memanfaatkan banyak opsi yang tersedia di bangku cadangan. Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga keyakinan. "Tak seorang pun berpikir kami tidak akan mencetak gol," ucap Ancelotti.
Perubahan pertama datang saat turun minum ketika Lucas Paqueta yang cedera digantikan Endrick. Masuknya penyerang muda itu membuat lini depan Brasil lebih hidup saat menghadapi pertahanan rapat Jepang. Brasil pun mulai lebih sering mengancam dari kedua sisi lapangan. Bruno Guimaraes mengatakan bahwa Jepang menyulitkan Brasil dengan blok pertahanan yang sangat rapat. "Pelatih meminta kami bermain lebih dominan dan menempatkan lebih banyak pemain di kotak penalti," ucap dia.
Namun, perubahan terbesar bukanlah pergantian pemain, melainkan perubahan cara berpikir. Alih-alih terburu-buru mengejar gol, Ancelotti meminta para pemain tetap memainkan permainan mereka. Kesabaran itu perlahan mengikis pertahanan Jepang. "Dia meminta kami tetap sabar," kata Rayan, pemain sayap Brasil.
Keputusan Ancelotti yang paling berani justru datang ketika mempertahankan Casemiro di lapangan. Gelandang Manchester United itu sudah mengantongi kartu kuning sejak menit ke-14 dan berisiko menerima kartu kedua saat menghadapi serangan balik Jepang. Ancelotti memilih mempercayainya.
Kepercayaan itu terbayar ketika Casemiro mencetak gol penyeimbang melalui sundulan pada menit ke-56. Menurutnya, ketenangan menjadi modal utama Brasil untuk bangkit. "Kami percaya kalau tetap tenang, momen mencetak gol pasti datang," ujar Casemiro seperti dikutip dari ESPN.
Casemiro mengungkapkan Ancelotti kembali mengulang pesan yang sama saat jeda pertandingan. Pemain Brasil diminta terus menekan tanpa kehilangan kontrol permainan. Mentalitas itu, menurut dia, membuat tim tidak pernah berhenti menyerang. "Dia kembali meminta kami tetap tenang," ujar mantan gelandang Real Madrid dan Manchester United itu.
Sementara itu, Matheus Cunha melihat ada satu perbedaan mencolok antara dua babak. Brasil sebenarnya memainkan pola yang sama, tetapi pada babak kedua mereka tampil dengan urgensi yang lebih besar. Perpaduan antara ketenangan dan intensitas itulah yang akhirnya mengubah jalannya pertandingan. "Rasa urgensi kami pada babak kedua membuat perbedaannya," kata Cunha.
Drama mencapai puncaknya ketika Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan pada menit kelima masa injury time. Saat para pemain dan staf pelatih berhamburan merayakan gol tersebut, Ancelotti tetap berdiri tenang di pinggir lapangan. Sikap itu rupanya sudah lebih dulu dirasakan para pemain sejak turun minum. "Dia memberi kami keyakinan bahwa kami pasti akan membalikkan keadaan," ujar Martinelli.
Bagi penyerang Arsenal itu, ketenangan Ancelotti menjadi energi yang menular kepada seluruh skuad. Brasil akhirnya memastikan kemenangan 2-1 sekaligus melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi kuda hitam lain, Norwegia, yang baru saja menghempaskan Pantai Gading dalam laga yang berakhir dengan skor 2-1.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469567/original/092858600_1768130667-4.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)