Cuplikan adegan dari film animasi Kpop Demon Hunters(imdb)
GRUP musik metal asal Amerika Serikat, Demon Hunter, resmi melayangkan gugatan hukum terhadap raksasa streaming Netflix. Gugatan ini dipicu oleh penggunaan nama yang dinilai identik dalam film hit Netflix berjudul Kpop Demon Hunters.
Band asal Seattle yang telah berkarier selama 25 tahun tersebut menyatakan bahwa rencana Netflix untuk menggelar tur konser global, perilisan film, hingga penjualan merchandise, menciptakan tumpang tindih yang hampir menyeluruh dengan identitas merek mereka.
Gugatan ini diajukan pada Selasa melalui perusahaan band tersebut, Hyde Lane, dengan menyeret Netflix Studios dan promotor live AEG Presents sebagai pihak tergugat.
Kebingungan Konsumen dan Bukti Salah Sasaran

Instagram @demonhunter--Band Metal Demon Hunter
Dalam dokumen gugatan, Hyde Lane mengklaim bahwa penggunaan nama tersebut telah menyebabkan "kebingungan substansial" di kalangan konsumen. Salah satu bukti yang disertakan adalah surat elektronik dari seorang penggemar yang mengaku telah menghabiskan dana sebesar US$500 (sekitar Rp7,8 juta) untuk membeli tiket konser Demon Hunter di New York.
Pembeli tersebut mengira acara itu adalah pertunjukan K-pop ramah anak untuk buah hatinya, padahal Demon Hunter dikenal dengan aliran heavy metal yang agresif.
Selain itu, seorang produser televisi dilaporkan sempat menghubungi manajemen band karena mengira mereka berafiliasi dengan proyek Netflix tersebut. Banyak pula unggahan di media sosial yang salah menandai (tagging) akun resmi band saat membahas film animasi tersebut.
| Genre / Format | Heavy Metal / Band Kristen | K-pop / Film Animasi |
| Masa Aktif / Rilis | 25 Tahun (Sejak 2000-an) | Rilis Film Tahun 2025 |
| Pendengar Bulanan Spotify | 350.000 | 27 Juta |
| Status Merek Dagang | Terdaftar sejak 2022 (Musik & Merchandise) | Terdaftar untuk Merchandise (Lainnya tertunda) |
Krisis Eksistensial bagi Band
Pihak band menegaskan bahwa merek yang telah mereka bangun dengan hati-hati selama seperempat abad kini menghadapi krisis eksistensial.
"Merek yang telah dibangun Hyde Lane selama 25 tahun terakhir kini menghadapi ancaman nyata, sehingga memerlukan tindakan hukum ini," bunyi pernyataan dalam gugatan tersebut.
Demon Hunter meminta pengadilan untuk menghentikan Netflix menggunakan nama Kpop Demon Hunters untuk keperluan musik rekaman, pertunjukan langsung, dan merchandise. Mereka juga menuntut ganti rugi yang jumlahnya belum ditentukan.
Fenomena Global Kpop Demon Hunters
Di sisi lain, Kpop Demon Hunters telah menjadi fenomena budaya sejak debutnya sebagai film animasi pada 2025 yang mengisahkan grup K-pop fiktif bernama Huntr/X. Film ini tercatat sebagai judul orisinal yang paling banyak ditonton dalam sejarah Netflix, bahkan memenangkan kategori Film Animasi Terbaik dan Lagu Orisinal Terbaik di ajang Golden Globes dan Oscar 2026.
Netflix berencana memperluas waralaba ini dengan tur dunia pada 2027, sekuel film, serial televisi, hingga drama musikal panggung.
Hingga saat ini, pihak Netflix dan promotor AEG Presents belum memberikan komentar resmi terkait gugatan yang diajukan oleh band asal Seattle tersebut. (bbc/Z-1)


















































