PM Israel Benjamin Netanyahu buka suara soal kabar kesepakatan pelucutan senjata Hamas oleh AS. Netanyahu menyebut draf tersebut masih dipelajari.(AFP)
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan publik pertamanya setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan besar-besaran terhadap sasaran Iran dan mengumumkan kesepakatan pelucutan senjata dengan Hamas.
Dalam pesan video singkat yang juga diunggah ke akun media sosial pribadinya, Netanyahu tidak menyinggung isu Iran dan hanya memfokuskan pernyataannya pada isu Gaza. Saat ini, pemimpin Israel tersebut berada di bawah tekanan Gedung Putih untuk melakukan gencatan senjata secara penuh serta mendukung komitmen Hamas.
Pernyataan Netanyahu ini ditujukan langsung kepada para pemilih di Israel menjelang pemilihan umum pada akhir Oktober mendatang. Ia berusaha memperkecil dampak dari upaya AS yang mengatur tahapan awal pelucutan senjata Hamas di Gaza yang dibarengi dengan penarikan sebagian pasukan Israel dan penghentian serangan udara.
Seorang sumber dari pihak Israel mengungkapkan kepada CNN bahwa saat ini Pasukan Pertahanan Israel (IDF) hanya dapat beroperasi untuk menghadapi ancaman langsung di Gaza. Selain itu, aksi pembunuhan berfokus target kini membutuhkan persetujuan langsung dari kepala staf. Sebelumnya, serangan terhadap individu yang dianggap sebagai ancaman bagi Israel dapat disetujui di tingkat yang lebih rendah, yaitu oleh kepala Komando Selatan IDF.
Trump sebelumnya mengumumkan komitmen Hamas untuk melucuti senjata melalui unggahan di Truth Social pada Kamis malam. Pengumuman tersebut sempat memicu peningkatan serangan Israel di Gaza selama tiga hari berturut-turut yang menewaskan sedikitnya 28 orang, menjadi angka kematian tertinggi dalam beberapa minggu.
Dua utusan senior dari Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Trump, Nickolay Mladenov dan Aryeh Lightfoot, telah mendesak Netanyahu untuk mengubah posisinya dalam pertemuan di Yerusalem pada Senin lalu. Sejak pertemuan tersebut, dilaporkan hanya ada satu serangan Israel ke Gaza yang menewaskan dua orang.
Melalui pesan yang disampaikan pada Selasa, Netanyahu berusaha meyakinkan para pemilih di Israel bahwa dorongan terbaru dari Trump mengenai Gaza masih jauh dari kata pasti.
"Presiden Trump dan timnya percaya bahwa mereka dapat mewujudkan pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza," kata Netanyahu. "Kami sedang memeriksanya. Mereka telah mengirimkan draf kepada kami. Kami belum menyetujui apa pun. ... Kami telah mengirimkan tanggapan kami kepada mereka." (CNN/Z-2)

















































