Mencekam! Rekaman Drone Rusia Buru Pedagang Sayur di Kherson, Zelensky: Kejahatan Perang Barbar

2 hours ago 1
 Kejahatan Perang Barbar Video memperlihatkan drone Rusia memburu pedagang sayur di Kherson, Ukraina. Presiden Zelensky mengecam keras aksi "safari manusia" tersebut.(Media Sosial X)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky membagikan sebuah rekaman video yang memperlihatkan detik-detik sebuah drone melacak dan menyerang seorang warga sipil di wilayah Kherson, Ukraina selatan. Zelensky menyebut aksi penyerangan ini sebagai bukti dari taktik "safari" pasukan Rusia terhadap warga sipil.

Dalam video tersebut, drone tampak mengintai seorang pedagang jalanan di area pasar dekat bundaran Distrik Tavriiskyi, Kherson utara. Korban sempat berusaha menjauh, namun drone terus mengejarnya hingga mengitari sebuah van putih. Drone itu akhirnya menukik tajam dan meledak saat mengenai sasaran.

Korban berhasil selamat dari serangan maut tersebut. Dokter yang menanganinya menyatakan bahwa korban mengalami cedera akibat beberapa luka tembak pecahan peluru (serpihan ledakan), guncangan otak (konkusi), serta trauma.

Serangan menggunakan drone yang dikendalikan dari jarak jauh terhadap warga sipil ini kerap dijuluki sebagai "safari manusia". Taktik ini kerap dimanfaatkan pasukan Rusia untuk menakut-nakuti warga yang tinggal di kawasan garis depan pertempuran.

Zelensky menegaskan bahwa dunia harus melihat bukti kekejaman yang terjadi di lapangan.

"Dunia harus melihat ini," tulis Zelensky melalui akun Telegram resminya. "Dunia harus melihat setiap bukti bahwa Rusia telah gila, dan setiap fakta tentara Rusia menikmati pembunuhan dan penyiksaan terhadap manusia."

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, turut mengecam keras insiden tersebut dan menyatakannya sebagai bentuk kejahatan perang yang barbar. Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari strategi Rusia yang disengaja dan terencana.

"Sadis yang mengoperasikan drone ini tahu betul bahwa dia menargetkan seorang warga sipil," ujar Sybiha. Ia menambahkan bahwa penyerangan tersebut bertujuan untuk menakut-nakuti warga sipil dan menuntut kecaman dari dunia internasional.

Gubernur wilayah Kherson kemudian mengunggah video yang menampilkan kondisi korban di ruang perawatan rumah sakit. Korban diidentifikasi bernama Yuriy, seorang pedagang sayur keliling berusia 52 tahun.

Yuriy menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi saat ia dan istrinya baru saja menata peti-peti berisi sayuran di samping mobil van mereka. Tiba-tiba, ia mendengar suara dengungan khas drone di udara. Ketika istrinya berlari menyelamatkan diri, drone tersebut beralih mengejarnya. Yuriy bahkan sempat mengacungkan beberapa siung bawang putih ke arah kamera drone untuk menunjukkan bahwa ia bukan sedang merekam keberadaan drone tersebut.

"Drone itu bisa melihat saya menggelar tomat, beberapa timun, dan terong di lantai," kata Yuriy. "Drone itu bahkan menunduk di bawah payung ketika saya berlari menyelamatkan diri ke sisi lain."

Hasil verifikasi BBC Verify mengonfirmasi lokasi kejadian berada di area pasar wilayah Kherson. Laporan PBB tahun 2025 membeberkan fakta bahwa pasukan bersenjata Rusia berulang kali membunuh dan melukai warga sipil di kawasan tersebut dengan menggunakan drone. Video hasil rekaman drone kerap diunggah ke media sosial sebelum meledak menghantam target.

"Mengunggah video warga sipil yang dibunuh dan dilukai setara dengan kejahatan perang berupa penghinaan terhadap martabat pribadi," tegas pihak PBB.

Rusia yang memulai invasi skala penuh ke Ukraina sejak Februari 2022 sejauh ini tetap membantah telah menargetkan warga sipil dalam operasinya. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |