Karhutla di Aceh Barat Meluas hingga 20,5 Hektare, Tersebar di Enam Kecamatan

6 hours ago 2
Karhutla di Aceh Barat Meluas hingga 20,5 Hektare, Tersebar di Enam Kecamatan Upaya pemadaman karhutla di Aceh Barat.(Dok. Antara)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melaporkan bahwa luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut kini telah mencapai 20,5 hektare. Sebaran titik api tercatat meluas hingga ke enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat.

Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, menyatakan bahwa tim gabungan saat ini masih terus berupaya melakukan pemadaman intensif. "Saat ini petugas gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara," ujar Teuku Ronal di Meulaboh, Selasa (4/8/2026).

Meskipun luas lahan yang terbakar cukup signifikan, Ronal menjelaskan bahwa mayoritas titik api telah berhasil dikendalikan. Progres penanganan di sebagian besar lokasi telah mencapai 90 persen, bahkan satu titik di Kecamatan Meureubo dilaporkan sudah padam sepenuhnya.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim gabungan, sebagian besar lokasi penanganan sudah mencapai progres 90 persen dan lokasi di Gampong Gunong Kleng sudah padam 100 persen," tambahnya.

Sebaran Titik Kebakaran

Berdasarkan data resmi BPBD Aceh Barat, berikut adalah rincian sebaran lahan yang terbakar:

  • Kecamatan Meureubo: Desa Gunong Kleng (0,5 Ha - padam 100%) dan Desa Ujong Tanoh Darat ADB (1,5 Ha - padam 90%).
  • Kecamatan Samatiga: Desa Cot Seumeureng (4 Ha) dan Desa Paya Lumpat (3,5 Ha).
  • Kecamatan Johan Pahlawan: Desa Lapang (1 Ha) dan Desa Leuhan (4 Ha - padam 90%).
  • Kecamatan Woyla Barat: Desa Blang Luah (2 Ha - padam 90%).
  • Kecamatan Bubon: Desa Peulanteu (2,5 Ha - padam 90%).
  • Kecamatan Arongan Lambalek: Desa Keub (1,5 Ha - padam 90%).

Kendala Pemadaman di Lapangan

Dalam operasi penanggulangan ini, BPBD mengerahkan personel dari Mako BPBD serta Damkar Pos Meureubo, Woyla, Arongan, dan Kaway XVI. Upaya ini turut didukung oleh TNI, Polri, masyarakat setempat, hingga mahasiswa UKM PK UTU. Tim dilengkapi dengan kendaraan operasional, mesin pompa air, serta drone untuk memantau titik api dari udara.

Namun, petugas di lapangan masih menemui sejumlah kendala teknis. Terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran dan tiupan angin yang kencang menjadi hambatan utama dalam mempercepat proses pemadaman total. Selain merusak vegetasi, kebakaran ini juga mulai memicu kabut asap yang mengganggu pernapasan warga dan jarak pandang pengguna jalan.

Terkait pemicu kebakaran, pihak berwenang masih melakukan pendalaman. “Mengenai penyebab pasti kebakaran, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang,” pungkas Teuku Ronal. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |