Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza dan Pelanggaran Gencatan Senjata

2 hours ago 1
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza dan Pelanggaran Gencatan Senjata Warga Palestina membersihkan puing-puing dari apartemennya di Gaza City yang hancur akibat serangan udara Israel.(AFP/Omar AL-QATTAA)

PEMERINTAH Indonesia mengecam keras kelanjutan serangan militer Israel di Jalur Gaza yang menyasar warga sipil dan infrastruktur publik. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta upaya sengaja untuk menghambat implementasi Gaza Peace Plan.

Melalui pernyataan resmi di platform X, Rabu (5/8/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa serangan tersebut memperburuk penderitaan rakyat Palestina.

Jakarta mendesak Tel Aviv, sebagai pihak dalam kesepakatan gencatan senjata, untuk segera menghentikan operasi militer secara permanen dan mematuhi komitmen internasional yang telah disepakati.

Di sisi lain, Indonesia menyambut baik sikap Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya yang telah menerima peta jalan (roadmap) implementasi rencana perdamaian fase kedua. Langkah ini dinilai sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).

"Hal ini merupakan langkah penting untuk proses penyelesaian konflik," tulis Kemlu RI dalam pernyataannya.

Pelanggaran di Tengah Kesepakatan Damai

Kecaman ini muncul menyusul serangan terbaru pada Minggu (2/8) yang menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina, termasuk tiga anak-anak dan seorang bayi yang belum lahir.

Ironisnya, serangan ini terjadi hanya dua hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Dewan Perdamaian (Board of Peace) mengumumkan implementasi fase berikutnya dari gencatan senjata yang seharusnya berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Pejabat Palestina melaporkan bahwa sejak kesepakatan tersebut diteken, Israel telah melakukan ribuan pelanggaran melalui serangan udara, penangkapan, dan serbuan militer. Kondisi ini membuat warga Palestina menganggap gencatan senjata tersebut hanyalah sebuah "ilusi" di tengah blokade bantuan kemanusiaan yang terus berlanjut.

Dampak Kemanusiaan dan Komitmen Solusi Dua Negara

Konflik berkepanjangan yang dimulai sejak 8 Oktober 2023 ini telah meninggalkan jejak kehancuran yang masif di Jalur Gaza. Berikut adalah data dampak serangan militer berdasarkan laporan terkini:

Kategori Dampak Statistik / Estimasi
Korban Jiwa (Total sejak 2023) Lebih dari 73.000 jiwa
Korban Luka-luka Lebih dari 174.000 orang
Korban sejak Gencatan Senjata 2025 1.230 tewas, 4.076 luka-luka
Kerusakan Infrastruktur Sipil Sekitar 90%
Estimasi Biaya Rekonstruksi (PBB) Sekitar US$ 70 Miliar (± Rp1.100 Triliun)

Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menjamin perlindungan penuh bagi warga sipil, tenaga medis, dan pekerja kemanusiaan. Selain itu, akses bantuan kemanusiaan harus dipastikan aman, cepat, dan tanpa hambatan.

Sebagai penutup, Jakarta menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung proses politik yang kredibel demi mencapai kemerdekaan Palestina melalui Solusi Dua Negara (Two-State Solution). Hal ini dianggap sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |