BNPB: Konsentrasi Titik Panas Tertinggi Ada di Kalbar dan Kalteng, Kualitas Udara Semakin Memburuk

2 hours ago 3
 Konsentrasi Titik Panas Tertinggi Ada di Kalbar dan Kalteng, Kualitas Udara Semakin Memburuk Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan.(Dok. Antara)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi sebanyak 1.487 titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sebagian besar wilayah Pulau Kalimantan. Data pemantauan Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8) menunjukkan konsentrasi titik panas tertinggi berada di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, merinci bahwa Kalimantan Tengah mencatat 767 titik, diikuti Kalimantan Barat dengan 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terdeteksi 74 titik, serta Kalimantan Utara sebanyak tiga titik.

"Sebaran titik panas tersebut menjadi perhatian serius pemerintah untuk dicegah agar tidak meluas menjadi karhutla," ujar Berton dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8).

Penguatan Kesiapsiagaan dan Dampak El Nino

BNPB menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan pemantauan intensif, pemetaan wilayah rawan, hingga langkah penanganan darurat. Upaya ini mencakup memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman di lapangan.

Berton juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama karena periode kemarau tahun ini diprediksi lebih kering akibat fenomena El Nino. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu kerusakan ekosistem masif dan gangguan kesehatan.

"Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif," tegasnya.

Kualitas Udara Berbahaya dan Gangguan Penerbangan

Dampak karhutla kini mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kondisi udara dilaporkan memburuk hingga mencapai tingkat ekstrem atau sangat tidak sehat.

Berdasarkan laporan BMKG, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 Wita. Angka ini masuk kategori Berbahaya, jauh melampaui ambang batas kategori tersebut yakni 250,5 mikrogram per meter kubik.

Selain masalah kesehatan, kabut asap juga melumpuhkan sektor transportasi udara. Di Kalimantan Tengah, penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, terpaksa dibatalkan dalam dua hari terakhir.

Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Barat, di mana operasional Bandara Singkawang dihentikan sepenuhnya untuk sementara pada Jumat (21/8). Keputusan ini diambil akibat kabut asap yang semakin tebal, menyebabkan jarak pandang berada di bawah batas aman operasional penerbangan. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |