Komunitas Perempuan Bekasi Didorong Kembangkan Ekonomi Hijau

2 hours ago 2
Komunitas Perempuan Bekasi Didorong Kembangkan Ekonomi Hijau Dosen UNJ mendorong penguatan ekonomi hijau terhadap komunitas perempuan pengelola produk daur ulang.(UNJ)

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendorong penguatan ekonomi hijau melalui peningkatan kapasitas pemasaran digital komunitas perempuan pengelola produk daur ulang di Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Transformasi Ekonomi Hijau dalam Penguatan Kapasitas Digital Marketing bagi Komunitas Daur Ulang di Bekasi Jaya yang dilaksanakan pada 2 Juli 2026.

Program yang diketuai Sintia Nursafitri dengan anggota Tia Permata Juwita dan Rayi Dwipanilih itu diarahkan untuk membantu komunitas mengembangkan kemampuan pengelolaan usaha, pemasaran digital, pembuatan konten, penguatan merek, serta dokumentasi produk. Sintia mengatakan, penguatan kapasitas digital diperlukan karena produk daur ulang yang dihasilkan komunitas memiliki potensi ekonomi, tetapi pemasarannya masih menghadapi sejumlah keterbatasan.

“Produk daur ulang tidak cukup hanya memiliki nilai fungsi. Produk juga membutuhkan identitas, cerita, dan strategi komunikasi yang dapat menjelaskan nilai lingkungan kepada konsumen,” kata Sintia yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ.

Menurut dia, pemasaran produk mitra selama ini masih banyak mengandalkan bazar kelurahan dan komunikasi dari mulut ke mulut. Kondisi tersebut membuat jangkauan pasar belum berkembang secara optimal. Selain itu, produk belum sepenuhnya didukung identitas merek dan materi promosi digital yang konsisten. Karena itu, program pendampingan tidak hanya diarahkan pada penggunaan media sosial sebagai sarana promosi, tetapi juga pada pembentukan strategi pemasaran yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Transformasi digital bukan sekadar membuat akun media sosial. Tantangannya adalah bagaimana akun tersebut dikelola secara konsisten, memiliki perencanaan konten, dan mampu membangun komunikasi dengan konsumen,” ujar Sintia.

Dalam kegiatan tersebut, tim UNJ memberikan penguatan mengenai dasar-dasar digital marketing, strategi konten promosi, pembuatan akun bisnis media sosial, fotografi dan video produk, pengembangan logo dan label, hingga pengenalan pengelolaan toko daring.

Pendampingan juga memperkenalkan konsep storytelling dalam pemasaran. Melalui pendekatan ini, produk tidak hanya ditampilkan melalui foto dan harga, tetapi juga disertai cerita mengenai proses pengolahan bahan, kreativitas anggota komunitas, serta manfaat lingkungan dari kegiatan daur ulang.

“Cerita mengenai perubahan limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi dapat menjadi pembeda. Ketika cerita itu dikomunikasikan dengan baik, konsumen tidak hanya melihat produknya, tetapi juga memahami nilai lingkungan dan sosial yang ada di balik produk tersebut,” kata Sintia.

Tim juga mendorong komunitas menyusun kalender konten sederhana. Materi publikasi dapat dikembangkan dari berbagai aktivitas yang sudah dilakukan, seperti proses pembuatan produk, edukasi mengenai daur ulang, profil anggota komunitas, manfaat produk, hingga pengalaman pelanggan.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat pemasaran digital lebih mudah diterapkan oleh komunitas. Penggunaan telepon pintar dan aplikasi digital yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan produk, membuat materi promosi, berinteraksi dengan konsumen, sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Selain pemasaran, program menekankan pentingnya pengelolaan usaha dan kualitas produk. Menurut tim pelaksana, transformasi usaha berbasis komunitas tidak dapat hanya mengandalkan promosi digital. Identitas merek, kualitas produk, pencatatan usaha, serta pembagian tugas dalam pengelolaan kanal digital juga perlu diperkuat.

Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif. Mitra ditempatkan sebagai pelaku aktif dalam proses identifikasi kebutuhan, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, hingga evaluasi.

Monitoring menjadi bagian penting untuk memastikan materi yang diberikan tidak berhenti pada pelatihan. Pendampingan selanjutnya diarahkan pada pengelolaan akun digital, produksi konten, pencatatan usaha, serta evaluasi perkembangan pemasaran dan penjualan.

Bagi tim UNJ, penguatan komunitas daur ulang juga berkaitan dengan pengembangan ekonomi sirkular dan pemberdayaan perempuan. Bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diperpanjang masa gunanya melalui proses pengolahan dan kreativitas masyarakat, kemudian dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Ekonomi hijau tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang kompleks. Perubahan dapat dimulai dari komunitas melalui peningkatan keterampilan, perbaikan kualitas produk, penguatan identitas merek, pemanfaatan teknologi digital secara tepat guna, dan pengelolaan usaha yang lebih terstruktur,” ujar Sintia.

Dengan penguatan tersebut, produk daur ulang diharapkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa pesan tentang kepedulian lingkungan. Strategi pemasaran digital menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengembangan usaha komunitas.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan kegiatan yang mendapat pendanaan Tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |