PEMERINTAH Indonesia dan Belarus meneken sejumlah perjanjian kerja sama bilateral di berbagai bidang. Penandatanganan berlangsung saat kunjungan Pesiden Belarus Alexander Lukashenko dan delegasinya ke Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis, 7 Juli 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan ada tujuh perjanjian kerja sama yang diteken otoritas Indonesia dan Belarus. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lukashenko ikut menyaksikan penandatanganan kemitraan tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Dalam pertemuan bilateral, kedua kepala negara membahas dan menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Belarus," kata Teddy dalam keterangan tertulis.
Berikut tujuh perjanjian kerja sama antara Indonesia dan Belarus yang diteken saat kunjungan Lukashenko ke Jakarta:
1. Peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai kerangka kerja sama bilateral lima tahun ke depan.
2. Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Industri Republik Belarus.
3. Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama di bidang kebudayaan, kerja sama antara otoritas jasa keuangan, serta kerja sama di bidang kesehatan.
4. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Ilmiah dan Teknis antara BRIN dan National Academy of Sciences of Belarus guna memperkuat kolaborasi riset dan inovasi.
5. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PPATK dan Department of Financial Monitoring of the State Control Committee of the Republic of Belarus mengenai kerja sama dan pertukaran intelijen dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, serta proliferasi senjata pemusnah massal.
6. Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama di Bidang Akreditasi Nasional yang ditandatangani oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) Republik Indonesia.
7. Penguatan kemitraan ekonomi melalui implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU FTA).
Dalam keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunjungan Presiden Lukashenko mencerminkan semakin eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan Belarus. "Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan kedua Presiden Lukashenko ke Indonesia setelah lebih dari 13 tahunm," kata Teddy.
Belarus, ia berujar, merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Melalui implementasi perjanjian pasar bebas Indonesia-EAEU Free Trade Agreement, sekitar 90 persen produk Indonesia nantinya akan memperoleh akses pasar dan fasilitas bebas bea masuk ke Belarus setelah proses ratifikasi diselesaikan.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)