Danantara Temukan Berbagai Masalah Tata Kelola Pos Indonesia

3 hours ago 1

BADAN Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyatakan sedang membenahi manajemen PT Pos Indonesia (Persero). Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan ada berbagai masalah keuangan dan tata kelola yang terakumulasi selama bertahun-tahun.

“Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 3 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Direktur Utama Pos Indonesia Daud Joseph mengundurkan diri dari jabatannya yang baru dipikul sekitar tiga bulan. Danantara pun telah menerima surat pengunduran diri tersebut dan menghormati keputusan Daud, serta menyiapkan pengganti pucuk pimpinan dan melanjutkan agenda restrukturisasi perusahaan.

Rohan menyampaikan, satu per satu persoalan yang membebani perusahaan perlu dibereskan. Danantara tidak memberikan ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan.

Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum. “Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia (Persero) kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Rohan menjelaskan, Daud dipercayai sebagai direktur utama untuk melakukan uji tuntas menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi Pos Indonesia. Dari hasil asesmen itu, Daud menyampaikan bahwa perusahaan ini butuh perombakan yang menyeluruh dan fundamental.

“Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise (keahlian) yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya,” ujarnya.

Daud mengajukan surat pengunduran diri pada Kamis, 2 Juli 2026. Corporate Secretary Pos Indonesia Iwan Gunawan, mengatakan keputusan tersebut murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi.

Selama masa transisi kepemimpinan, Pos Indonesia memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Perseroan tetap berkomitmen menjalankan amanah Pemegang Saham dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memperkuat kinerja perusahaan, serta menjalankan program kerja strategis yang sedang berlangsung,” ucap Iwan, Kamis, 2 Juli 2026.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |