Ribuan pelajar di Nusa Tenggara Timur mengikuti seminar pendidikan yang digelar Ganesha Operation untuk memperkuat kesiapan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.(ISTIMEWA)
LEMBAGA bimbingan belajar Ganesha Operation (GO) yang berbasis di Bandung, Jawa Barat, terus memperluas kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Terbaru, GO menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang untuk memperkuat kesiapan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui seminar pendidikan yang melibatkan lebih dari 8.000 peserta, mulai dari siswa SD, SMP, SMA/SMK, kepala sekolah, guru, dan orangtua.
Direktur Utama GO Prof Bob Foster menyampaikan peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
sinergi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan nonformal menjadi kunci untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan pendidikan yang semakin ketat.
"Nilai TKA saat ini menjadi salah satu syarat pada jalur prestasi dalam SPMB, bahkan turut menjadi komponen pendukung dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBP. Karena itu, siswa perlu mempersiapkan diri dengan baik sejak sekarang," ungkapnya.
Dia menjelaskan berdasarkan evaluasi yang dilakukan Ganesha Operation, capaian nilai TKA siswa di berbagai jenjang pendidikan masih memiliki ruang untuk ditingkatkan.
Atas dasar itu, seminar mengangkat tema Strategi Meraih Nilai TKA Tinggi dan Lulus PTN/PT Kedinasan Impian bagi siswa SMA/SMK serta Strategi Meraih Nilai TKA Tinggi dan Lulus ke SMP-SMA/SMK Favorit untuk siswa SD dan SMP.
FORMULA 3B
Prof Bob menambahkan keberhasilan menghadapi asesmen tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses belajar yang terstruktur dan konsisten. Karena itu, GO menerapkan pendekatan Formula 3B yakni Belajar, Berlatih, dan Bertanding yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi melalui aplikasi GO Expert.
"Melalui Formula 3B, pendekatan ini membantu banyak siswa mendapatkan nilai 100 di TKA, bahkan nilai sempurna di seluruh mata pelajaran yang diujikan," katanya.
Menurut dia, transformasi digital juga jadi bagian penting dalam dunia pendidikan. Dengan pembelajaran berbasis teknologi, siswa dapat mengakses materi, latihan soal, hingga evaluasi kapan saja dan di mana saja sehingga proses belajar menjadi lebih fleksibel tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
"Sukses bukanlah nasib. Sukses ialah buah dari persiapan, kerja keras, dan antusiasme secara konsisten. Sukses untuk kita semua," tandasnya.
PEMBANGUNAN KUALITAS SDM
Seminar yang digelar GO tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTT. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena membuka kegiatan secara daring. Dia menegaskan investasi terbesar adalah pada pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Gubernur mengungkapkan berdasarkan hasil TKA nasional, NTT saat ini berada pada peringkat ke-36 dari 38 provinsi. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kolaborasi berbagai pihak.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo berharap NTT makin berdaya saing melalui persiapan peserta didik yang lebih baik.
"Kita mau lihat NTT ke depan lebih baik, NTT ke depan lebih berdaya saing melalui penyiapan peserta didik kita. Kita ingin anak-anak NTT ke depan itu benar-benar siap untuk masuk generasi emas," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest S Ludji mengatakan kesiapan siswa dalam menghadapi asesmen tak hanya ditentukan penguasaan materi. Siswa juga perlu memiliki strategi belajar dan kemampuan mengelola waktu untuk menghadapi berbagai bentuk evaluasi pendidikan dengan lebih baik.
"Kami berharap bekal dari seminar ini dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam meraih prestasi," ujarnya.
Rangkaian kerja sama antara Ganesha Operation dan Pemprov NTT bakal dilanjutkan melalui Workshop Penguatan Guru Mata Pelajaran Wajib TKA Tahun Ajaran 2026/2027 pada 29 Juli 2026 serta TOBK TKA Nasional SD, SMP, dan SMA/SMK/MA 2026 pada 5–11 Agustus 2026.


















































