Iran Sebut Negara Eropa Ajukan Izin Melintas Selat Hormuz

16 hours ago 1

PEMERINTAH Iran mengklaim sejumlah negara Eropa mulai bernegosiasi dengan Teheran untuk memperoleh izin melintasi Selat Hormuz. Hingga kini, selat itu masih berada di bawah pembatasan ketat sejak Amerika Serikat-Israel menyerang Iran secara sepihak pada akhir Februari lalu.

Menurut laporan Iran International pada Sabtu, 16 Mei 2026, televisi pemerintah Iran menyebut negara-negara Eropa mulai melakukan pembicaraan dengan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran atau IRGC terkait izin transit kapal di Selat Hormuz. Namun, media pemerintah itu tidak mengungkap negara-negara Eropa yang dimaksud.

“Setelah kapal-kapal dari negara Asia Timur, terutama Cina, Jepang, dan Pakistan melintas, hari ini kami menerima informasi bahwa negara-negara Eropa juga mulai melakukan negosiasi dengan Angkatan Laut Garda Revolusi untuk memperoleh izin transit,” demikian laporan tersebut.

Iran Pertahankan Kendali Atas Selat Hormuz

Iran memperketat kontrol atas Selat Hormuz sejak perang dengan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari 2026. Meski gencatan senjata rapuh berlaku sejak 8 April lalu, Teheran belum membuka kembali jalur pelayaran itu secara normal.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Dalam kondisi normal, sekitar seperlima pengiriman minyak dunia dan gas alam cair global melintasi kawasan tersebut. Jalur itu juga menjadi lintasan utama berbagai komoditas strategis internasional.

Pembatasan yang dilakukan Iran memicu kekhawatiran pasar global karena mengganggu rantai pasok energi dunia. Situasi itu sekaligus memperbesar pengaruh Teheran terhadap lalu lintas perdagangan internasional di kawasan Teluk. Di sisi lain, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dilansir Al Arabiya, dalam pernyataannya, IRGC menyebut Iran telah mengizinkan puluhan kapal, termasuk kapal dari Cina, melintasi Selat Hormuz “setelah tercapai kesepakatan mengenai protokol pengelolaan selat oleh Iran.” Sejak perang berlangsung, Iran berulang kali menyatakan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang.

Iran Siapkan Mekanisme Baru Jalur Pelayaran

Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan mekanisme baru untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

“Iran telah menyiapkan mekanisme profesional untuk mengelola lalu lintas” di Selat Hormuz dan sistem itu akan segera diumumkan, kata Azizi.

Ia mengatakan hanya kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan memperoleh manfaat dari mekanisme tersebut. “Biaya yang diperlukan juga akan dipungut untuk layanan khusus,” ujarnya.

Azizi juga menegaskan jalur tersebut tidak akan dibuka bagi operator yang terlibat dalam proyek yang ia sebut sebagai “proyek kebebasan”, merujuk pada operasi sementara militer Amerika Serikat untuk mengawal kapal-kapal dagang yang sempat terjebak di Selat Hormuz.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |