Jenazah Pertama Tiba di Pelabuhan, 54 Korban Feri Filipina masih Hilang

1 hour ago 2
Jenazah Pertama Tiba di Pelabuhan, 54 Korban Feri Filipina masih Hilang Kapal M/V June Aster yang rusak beserta kapal-kapal penjaga pantai di bagian buritan, di lepas pantai Kota Coron, Provinsi Palawan, Filipina, setelah kebakaran maut melanda kapal tersebut pada 9 September 2026.(Penjaga Pantai Filipina via AFP)

JENAZAH pertama korban kebakaran feri M/V June Aster mulai dibawa ke darat di pelabuhan dekat kawasan wisata Coron, Palawan, Filipina, Sabtu (12/9). Sedikitnya 35 orang tewas dalam tragedi tersebut dan 54 penumpang masih hilang.

Sebanyak 30 jenazah dievakuasi dari kapal yang kandas di dekat Coron setelah terbakar pada Rabu malam. Petugas menyiapkan tenda di pelabuhan untuk menerima jenazah sebelum proses identifikasi dilakukan.

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Noemie Cayabyab, mengatakan jenazah ditemukan di area akomodasi kelas ekonomi kapal. Seluruh jenazah akan diserahkan kepada penyidik forensik kepolisian untuk proses identifikasi.

“Saat ini, kami fokus pada pengambilan jenazah. Setelah itu kami akan melanjutkan penyelidikan,” kata Cayabyab dalam konferensi pers, Sabtu.

Penjaga pantai belum merinci jumlah jenazah yang masih berada di dalam kapal. Petugas menyatakan informasi terbaru akan disampaikan setelah proses pencarian dilanjutkan.

Kebakaran terjadi ketika M/V June Aster berlayar dari Manila menuju Coron. Kapal berada sekitar 7,4 kilometer dari Desa Turda, dekat tujuan akhirnya, ketika api dilaporkan muncul.

Api disebut menyebar sangat cepat dan membuat penumpang panik. Seorang penyintas mengatakan kondisi di dalam kapal berubah kacau dalam waktu singkat.

Arnulfo Nokki Villanueva mengatakan dirinya tidak sempat mengambil pelampung karena penumpang lain berdesakan. Ia akhirnya melompat melalui jendela untuk menyelamatkan diri.

“Kebakaran menyebar dengan cepat. Saat itu saya menjatuhkan diri ke lantai dan punggung saya terbakar,” kata Villanueva dalam video yang disiarkan News5, seperti dikutip media Filipina Inquirer.

“Saya ingin mengambil pelampung, tetapi tidak berhasil karena orang-orang menginjak saya. Semua orang panik,” ujarnya.

Penjaga pantai mencatat 43 orang berhasil selamat. Dengan 35 korban tewas dan 54 orang masih hilang, operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung.

Foto yang dirilis penjaga pantai menunjukkan bagian dalam kapal hangus. Abu, logam terbakar, dan sebuah kendaraan terlihat di antara puing-puing kapal.

Penyebab kebakaran belum diketahui. Penyelidikan akan dilakukan setelah proses pencarian dan evakuasi korban selesai.

Di pusat penyelamatan di Turda, keluarga korban masih menunggu kepastian. Lira Daco menanti kabar tentang putrinya, Cyriel, 20, yang masih hilang.

“Sulit membayangkan anakmu meminta pertolongan ketika dia terbakar hidup-hidup,” kata Daco. (CNA/Inquirer/B-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |