BTN mencatat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp7,4 triliun untuk sisi supply dan demand.(Dok. BTN)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan penyaluran pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP) secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun sejak program tersebut diluncurkan. Capaian ini terdiri atas penyaluran sisi suplai (supply) sebesar Rp5,4 triliun dan sisi permintaan (demand) senilai Rp2,0 triliun.
Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa, menjelaskan bahwa skema KPP dirancang untuk menjangkau ekosistem perumahan secara menyeluruh, mulai dari penyedia rumah hingga masyarakat produktif. Pihaknya telah bekerja sama dengan UMKM di sektor pengembang, toko bangunan, hingga kontraktor untuk sisi suplai.
“Kita juga ada beberapa nasabah eksisting yang merupakan pengusaha untuk dari sisi KPP demand,” ujar Helmy usai kegiatan Sosialisasi KPP di Menara BTN, Jakarta, Jumat (11/9).
Secara rinci, KPP supply ditujukan bagi developer, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan plafon kredit mencapai Rp5 miliar. Sementara itu, KPP demand memberikan pembiayaan hingga Rp500 juta bagi UMKM perorangan untuk keperluan membeli, membangun, maupun merenovasi rumah yang sekaligus mendukung kegiatan usaha mereka.
Potensi pertumbuhan program ini dinilai masih sangat besar. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya saja, BTN mencatat 353 peminatan dengan total plafon Rp424,944 miliar. Angka tersebut mencakup 57 peminatan KPP supply senilai Rp288,970 miliar dan 296 peminatan KPP demand sebesar Rp135,974 miliar.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi atas implementasi KPP oleh BTN. Menurutnya, program ini menjadi instrumen penting bagi pelaku UMKM di ekosistem perumahan untuk naik kelas melalui dukungan subsidi bunga yang meringankan.
“Programnya boleh baru, belum sampai setahun, tetapi ternyata responsnya sangat positif. Penyerapan sangat tinggi, makanya kuotanya dinaikkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Dari sisi supply, BTN itu paling tinggi,” tegas Maruarar.
BTN berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Helmy menambahkan bahwa bagi masyarakat produktif, rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan aset yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga. (Ant/Z-10)















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9300188/original/036780100_1784309060-16__1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8226516/original/031332300_1781086646-timnas_1.jpg)