Kementerian Agama Apresiasi Kelas Khusus Persiapan Kedinasan MAN 1 Pidie

5 hours ago 3
Kementerian Agama Apresiasi Kelas Khusus Persiapan Kedinasan MAN 1 Pidie Staf Ahli Menteri Agama Republik Indonesia, Faisal Ali Hasyim.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

PROGRAM membangun Kelas Persiapan Kedinasan yang dilakukan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pidie, Aceh, ternyata mendapat pujian luar biasa dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Inovasi baru ini dianggap telah mengikuti dan melaksanakan arahan dalam rangka meningkatkan sistem pendidikan yang lebih fokus. 

Pujian serta apresiasi itu disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Faisal Ali Hasyim, melalui Media Indonesia pada Sabtu (25/7). Pihaknya mengaku senang dan memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan oleh Kepala MAN 1 Pidie dengan kekompakan bersama seluruh manajemen mereka. 

Faisal Ali Hanyim yang dikenal sangat serius terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia mengaku saat terjun mengunjungi jajaran Kemenag di pelosok negeri selalu mengingatkan kepada supaya melakukan inovasi pendidikan. Lalu melakukan terobosan baru untuk pola pengajaran demi kemajuan pendidikan di Indonesia. 

"Saya selalu menekan agar setiap Kepala MAN, terus meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, dengan cara melakukan inovasi dan terobosan di dalam pola pengajaran," tutur Staf Ahli Menteri Agama berdarah Tiro, Pidie, Aceh, tersebut. 

Dikatakannya, ukuran keberhasilan suatu madrasah bukan hanya dilihat dari nilai siswa, melainkan terlihat tingkat minat siswa lulusan SMP/MTs yang mau masuk ke MAN tersebut. Kemudian dari jumlah lulusan MAN yang mampu masuk ke perguruan tinggi terbaik.

Oleh karena itu, di samping perbaikan kualitas, tata kelola MAN harus selalu dievaluasi dan diperbaiki sehingga pasar merespons dengan baik. MAN harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan mengikuti perkembangan teknologi terkini. 

"Saya selalu menekankan, sering-sering melihat kemajuan sekolah lain. Lalu terapkan di MAN masing-masing. Sinergi antar Madrasah Aliyah sangat dibutuhkan agar dari waktu ke waktu kualitas pengajaran di sekolah madrasah semakin baik," tambah Faisal Ali Hasyim.

Sebelumnya minat siswa dan keinginan orangtua agar anak-anak mereka dapat menembus sekolah kedinasan ternyata sangat tinggi. Hal ini terlihat dari membludaknya pendaftar lulusan sekolah menengah pertama (SMP) yang mengikuti kelas persiapan kedinasan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pidie, Provinsi Aceh.

Tingginya antusiasme ini dipicu oleh banyaknya pilihan sekolah tinggi kedinasan di Indonesia, baik yang berstatus ikatan dinas maupun non-ikatan dinas. Beberapa di antaranya meliputi STMKG, STPDN, STIN, STIS, PKN STAN, STPN, STP, hingga Poltekkes. Namun, selama ini masih terdapat celah dalam kurikulum pendidikan menengah yang belum secara spesifik mempersiapkan siswa menghadapi seleksi ketat lembaga-lembaga tersebut. (MR/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |