Presiden AS Donald Trump.(White House)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran menunjukkan komitmen terkuatnya sejauh ini dalam negosiasi dengan AS, tetapi ia belum memutuskan apakah akan melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap negara tersebut.
"Kami sedang berdiskusi dengan mereka saat ini. Saya rasa mereka semakin serius seiring berjalannya waktu, mungkin karena alasan yang jelas. Menurut saya, mereka serius. Menurut saya, mereka jauh lebih serius daripada yang pernah kita lihat sebelumnya, tetapi itu tidak berarti kami akan sampai ke sana. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," kata Trump kepada para wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., Jumat (24/7).
Terkait keputusan untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, Trump menjawab belum mempertimbangkan hal itu. "Kami bisa meningkatkan eskalasi ke tingkat yang jauh lebih tinggi jika kami mau, kami siap melakukannya. Kami sudah siap tempur dan siap bertindak. Ada dua cara. Menurut saya, itu cara yang lebih cerdas, tetapi yang lain mungkin cara yang lebih mudah," tambah Trump merujuk pada diplomasi dan aksi militer.
Sementara itu, soal keterlibatan Utusan Khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu sekaligus penasihatnya, dalam pembicaraan dengan Iran, Trump mengatakan semua orang, termasuk Wakil Presiden J.D. Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, turut terlibat.
"Ini masalah besar. Mereka (Iran) tidak boleh memiliki senjata nuklir. Terlepas dari apa yang dikatakan semua orang tentang pemilu, saya tidak terburu-buru. Kami harus melakukannya dengan benar," tambah Trump yang merujuk pada pemilu sela AS di musim gugur ini.
Baca juga: Trump bantah isu Rusia, China pasok senjata ke Iran
Para ahli strategi Partai Republik mengaku khawatir perang dengan Iran yang dinilai tidak populer itu akan membuat partainya kehilangan kursi di kedua majelis Kongres AS.
Trump sendiri tidak masuk dalam daftar calon pada pemilu sela November nanti. Namun, jika Partai Demokrat berhasil merebut satu atau kedua majelis Kongres, maka hal itu dapat mempersulit pemerintahan Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatannya.
AS telah melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah Iran sejak pekan lalu, sebagai respons atas apa yang diklaim sebagai serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Iran pun merespons dengan menyerang fasilitas dan pangkalan yang digunakan militer AS di sejumlah negara di kawasan. Saling serang antara kedua negara terus berlanjut meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani kerangka kesepakatan. Kesepakatan yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu itu bertujuan mengakhiri perang sejak Februari lalu dan membuka jalan bagi perjanjian damai lebih permanen. (Ant/P-3)

















































