Kenapa Populasi Kuda Laut di Perairan Indonesia Terancam

2 hours ago 1

SPESIES kuda laut yang tersebar di perairan Indonesia berada dalam kondisi terancam akibat kerusakan lingkungan dan perdagangan satwa. Kondisi tersebut memerlukan penanganan serius dari pemerintah, termasuk juga pemantauan oleh masyarakat untuk melaporkan aktivitas yang merugikan spesies ini.

Peneliti di Pusat Riset Sistem Biota, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Masayu Rahmia Anwar Putri, menjelaskan status kuda laut di Indonesia saat ini ada yang berstatus critically endangered (sangat terancam), endangered (terancam punah), dan vulnerable (rentan). “Ketika habitatnya terganggu, mereka akan kesulitan bertahan hidup,” kata Masayu melalui keterangan tertulisnya pada Senin, 18 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Selain itu, ancaman kerusakan habitat pesisir seperti lamun dan makroalga yang jadi tempat hidup kuda laut juga menjadi persoalan belakangan ini. Kuda laut, kata Masayu, bukanlah perenang ulung, satwa ini memanfaatkan habitat sekitarnya untuk bergelantungan pada alga dan terumbu karang di perairan. "Ketika ekosistem ini rusak, kondisi mereka bakal ikut terancam," katanya menegaskan.

Peneliti Ahli Muda ini menyoroti juga minimnya data pelaporan pemanfaatan dan perdagangan kuda laut di Indonesia, yang membuat keberadaan populasi satwa ini di alam sulit dipastikan. Terlebih lagi, di Indonesia kuda laut masih menjadi komoditas dagang untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan suvenir. Ia membeberkan, tingginya nilai ekonomi membuat pemanfaatan kuda laut terus terjadi, dengan harga mencapai Rp 1 juta hingga Rp 8 juta per kilogram. 

Dalam setiap kilogramnya, kata Masayu, terdapat ratusan hingga ribuan ekor kuda laut, tergantung ukuran spesiesnya. “Bayangkan kalau satu kampung mengambil kuda laut semua, kita tidak akan menemukannya lagi di daerah tersebut,” ucapnya.

Masayu meminta masyarakat lebih sadar untuk menjaga ekosistem dan spesies kuda laut supaya kehidupan satwa itu tetap berlanjut di Tanah Air. Ia mendorong masyarakat pesisir turut aktif melaporkan tangkapan, menjaga habitat, serta menyebarkan pengetahuan mengenai pentingnya konservasi kuda laut. Ia mencontohkan, perdagangan kuda laut ke luar negeri wajib dilengkapi dokumen Non-Detriment Findings (NDF) untuk memastikan pemanfaatannya tidak mengancam populasi di alam.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |