Trump dan Netanyahu Bahas Serangan Lanjutan Ke Iran

2 hours ago 1

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah membahas rencana dimulainya perang lanjutan terhadap Iran. Rencana tersebut diungkapkan melalui komunikasi via telepon pada Ahad, 18 Mei 2026.

Menurut Channel 7 seperti dilansir Anadolu, percakapan pemimpin kedua negara imperialis itu berlangsung selama 30 menit. Dalam obrolan itu Trump dan Netanyahu berencana memulai kembali pertempuran dengan Iran. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sementara itu, surat kabar Yedioth Ahronoth, melaporkan pembicaraan Washington dan Tel Aviv berakhir sebelum pertemuan Kabinet Keamanan Israel. Komite khusus itu dikepalai oleh Perdana Menteri dan beranggotakan kementerian strategis Israel yang berwenang mengambil keputusan perihal keamanan dan pertahanan. 

Trump juga menjelaskan kepada Netanyahu hasil kunjungan Konferensi Tingkat Tinggi di Beijing pekan lalu. Selain memaparkan hasil pertemuan, mereka juga membahas situasi terkini mengenai konflik Iran. 

“Masalah aksi penyerangan terhadap Iran masih belum pasti. Trump harus mengambil keputusan, dia perlu berdamai dengan dirinya sendiri. Jika ia masih terobsesi perang, kemungkinan besar Israel akan diminta untuk bergabung,” kata sumber anonim itu kepada surat kabar Israel, seperti dilansir dari Anadolu.

Hal serupa juga dilaporkan lembaga penyiaran publik milik Israel, KAN. Menurut laporan tersebut, rapat Kabinet Keamanan Israel diperkirakan membahas masalah Iran dan perkembangan situasi di Libanon.

Tak lama setelah mengakhiri komunikasi dengan Netanyahu, Trump menulis pesan peringatan kepada Iran melalui aplikasi jejaring sosial, Truth Social. 

“Bagi Iran, waktu terus berjalan dan mereka sebaiknya segera bertindak CEPAT atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT PENTING!” tulis Trump. 

Ketegangan politik kawasan Timur Tengah mengalami eskalasi sejak AS dan Israel melakukan agresi terhadap Iran pada 28 Februari. Iran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di sekitar Teluk, bersamaan dengan keputusan Iran memblokade jalur pelayaran global.  

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, upaya diplomasi di Islamabad gagal menghasilkan konsensus yang langgeng. Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |