Ilustrasi(Antara)
PENGURUS Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) memberikan dukungan penuh terhadap usulan Presiden Prabowo Subianto mengenai pemberlakuan dwi kewarganegaraan terbatas. Kebijakan ini dinilai menjadi solusi strategis untuk menarik pemain diaspora berkualitas tinggi guna memperkuat tim nasional hoki Indonesia di kancah internasional.
Sekretaris Jenderal PP FHI, Yasser Arafat Suaidy, menyatakan bahwa regulasi tersebut akan memberikan keuntungan besar bagi perkembangan cabang olahraga hoki. Saat ini, FHI tengah aktif menjajaki sejumlah pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa, khususnya di Belanda, yang dikenal memiliki tradisi hoki sangat kuat.
"Pada prinsipnya, kalau ada peraturan seperti itu, sangat menguntungkan bagi hoki," ujar Yasser saat dihubungi di Jakarta, Jumat (14/8).
Kendala Pelepasan Kewarganegaraan
Yasser mengungkapkan bahwa salah satu hambatan utama dalam menaturalisasi pemain diaspora adalah keengganan mereka untuk melepas kewarganegaraan asal. Banyak talenta potensial di Belanda merasa berat jika harus menanggalkan status warga negara mereka demi membela Merah Putih.
"Yang menjadi masalah sekarang, mereka keberatan kalau harus melepas kewarganegaraan Belandanya," tambahnya. Hal ini sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo yang menilai talenta diaspora tidak seharusnya dipaksa memilih antara karier global dan ikatan emosional dengan Indonesia.
Dalam pidato pengantar RUU APBN 2027 di Kompleks Parlemen, Presiden Prabowo mengusulkan perubahan undang-undang untuk membuka dwi kewarganegaraan secara terbatas bagi talenta istimewa, termasuk atlet, agar dapat memberikan kontribusi luar biasa bagi kepentingan nasional.
Target Level Olimpiade
FHI meyakini bahwa kehadiran pemain keturunan yang berkompetisi di level top Eropa dapat mengakselerasi prestasi Indonesia. Salah satu pemain yang masuk radar FHI bahkan tercatat sebagai anggota tim nasional junior Belanda yang memiliki kemampuan teknis luar biasa.
Menurut Yasser, skema dwi kewarganegaraan terbatas ini bisa menjadi batu loncatan bagi timnas hoki Indonesia untuk mengejar target jangka panjang, yakni menembus level Olimpiade. "Kalau itu diberlakukan, sangat bagus untuk prestasi. Itu bisa mempercepat prestasi kita menuju level Olimpiade," tegasnya.
Proses Seleksi Pemain Diaspora
Sejauh ini, FHI telah menjajaki empat pemain keturunan dari Belanda dan Jerman. Berdasarkan hasil pemantauan dan uji kemampuan (trial), tiga pemain dinilai memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan tim nasional, sementara satu kandidat asal Jerman dianggap belum memenuhi kriteria.
Menariknya, terdapat satu pemain putri asal Jerman yang sudah menyatakan kesediaannya untuk melepas kewarganegaraan demi menjadi WNI. "Kami sudah tes, trial, dan secara kualitas memang bagus," kata Yasser mengenai pemain putri tersebut.
Pemerintah sendiri menekankan bahwa kebijakan dwi kewarganegaraan terbatas ini nantinya akan diterapkan secara selektif, terukur, dan tetap mempertimbangkan aspek keamanan serta kepentingan nasional melalui persyaratan yang ketat. (Ant/I-1)

















































