Rekonstruksi salamander raksasa purba, Limnospondylus ajimuensis, yang hidup sekitar 3,5 juta tahun yang lalu.(Dok. Kanon Tanaka)
Para ilmuwan baru saja mengungkap temuan luar biasa yang selama puluhan tahun tersimpan dalam misteri paleontologi. Tiga buah tulang belakang yang ditemukan di bantaran Sungai Fukami, Prefektur Oita, Jepang, pada akhir tahun 1990-an, kini resmi diklasifikasikan sebagai spesies dan genus baru salamander raksasa yang telah punah dengan nama Limnospondylus ajimuensis.
Penemuan ini memberikan wawasan baru mengenai keanekaragaman hayati di masa lalu, khususnya pada periode Pliosen Akhir. Berdasarkan data yang dihimpun, fosil-fosil tersebut berasal dari Formasi Tsubusugawa yang diperkirakan berusia sekitar 3,5 juta tahun.
Lingkungan Purba Kyushu yang Hangat
Pada masa Pliosen Akhir, wilayah Kyushu di Jepang memiliki karakteristik geografis dan iklim yang sangat berbeda dengan kondisi beriklim sedang saat ini. Wilayah tersebut merupakan dataran danau yang hangat dan lembap. Ekosistem ini menjadi rumah bagi berbagai fauna unik, mulai dari gajah purba Stegodon, badak, hingga buaya.
Awalnya, spesimen tulang belakang ini sempat diklasifikasikan ke dalam genus Andrias, kelompok salamander raksasa yang masih hidup hingga saat ini (seperti salamander raksasa Jepang modern). Namun, keterbatasan data pembanding pada masa awal penemuan membuat identifikasi tersebut belum sepenuhnya akurat.
Peran Teknologi Mikro-CT dalam Identifikasi
Terobosan terjadi setelah tim peneliti dari Universitas Kyoto melakukan penelitian ulang menggunakan teknologi pemindaian mikro-CT (micro-computed tomography). Teknologi ini memungkinkan ilmuwan melihat detail anatomi internal dan eksternal fosil secara non-destruktif dengan presisi tinggi.
Hasil pemindaian menunjukkan adanya detail anatomi unik pada tulang belakang fosil yang tidak ditemukan pada spesies salamander raksasa lainnya. Perbedaan signifikan inilah yang mendasari penetapan Limnospondylus ajimuensis sebagai genus baru dalam silsilah keluarga salamander.
Profil Fisik Limnospondylus ajimuensis:
- Estimasi Panjang: Sekitar 1,1 meter saat dewasa.
- Usia Spesimen: 17-18 tahun (berdasarkan analisis cincin pertumbuhan tulang).
- Habitat: Perairan tenang (danau dan lahan basah).
- Masa Hidup: Pliosen Akhir (sekitar 3,5 juta tahun lalu).
Penyebab Kepunahan dan Perbedaan Adaptasi
Analisis pada permukaan tulang fosil menunjukkan adanya cincin pertumbuhan yang mirip dengan lingkaran pohon. Dari data ini, ilmuwan menyimpulkan bahwa individu yang ditemukan tersebut berusia sekitar 17-18 tahun saat mati. Namun, keberadaan spesies ini secara keseluruhan harus berakhir akibat perubahan iklim global.
Sekitar 2,6 juta tahun lalu, terjadi transisi dari masa Pliosen ke Pleistosen yang ditandai dengan mendinginnya suhu Bumi secara global. Perubahan ini menyebabkan hilangnya lingkungan danau dan lahan basah yang menjadi habitat utama Limnospondylus ajimuensis. Spesies ini diketahui sangat bergantung pada air tenang untuk bertahan hidup.
Kondisi ini berbeda dengan kerabatnya, Andrias japonicus atau salamander raksasa Jepang modern. Spesies modern mampu beradaptasi dengan lingkungan sungai yang mengalir, sementara Limnospondylus tersingkir karena spesialisasi habitatnya yang tidak fleksibel terhadap perubahan lingkungan.
Signifikansi Penemuan
Keberadaan Limnospondylus ajimuensis membuktikan bahwa diversitas salamander raksasa di masa lalu jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Penemuan ini juga menjadi pengingat bagi komunitas ilmiah bahwa banyak fosil amfibi mungkin telah diklasifikasikan secara keliru di masa lalu karena dianggap identik dengan genus yang masih hidup saat ini.
| Habitat Utama | Danau/Air Tenang | Sungai/Air Mengalir |
| Status | Punah (Pliosen Akhir) | Masih Hidup (Lestari) |
| Metode Identifikasi | Mikro-CT Scan | Observasi Langsung/DNA |
Temuan luar biasa ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah PeerJ, memberikan kontribusi penting bagi pemahaman kita tentang evolusi amfibi di Asia Timur. Sumber: Earth.com, Kyoto University


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















