Mahasiswa UGM Mengembangkan Camilan dan Aplikasi Anti-Cemas

13 hours ago 1

TIM mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan CalmBar, camilan fungsional yang dirancang untuk membantu meredakan gangguan kecemasan (anxiety) pada remaja dan dewasa muda. Inovasi ini meraih tiga penghargaan dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30-31 Mei 2026.

CalmBar merupakan snack bar yang menggabungkan konsep nutritional neuroscience dan sensory grounding. Produk ini diformulasikan dari bahan-bahan alami seperti kacang hijau, biji labu, duckweed (Lemna minor), kacang tanah, peppermint, madu, kismis, dan minyak kelapa murni (VCO).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Bahan-bahan tersebut dipilih karena mengandung protein nabati, magnesium, zat besi, antioksidan, serta senyawa bioaktif seperti GABA, triptofan, dan mentol yang semuanya berpotensi mendukung fungsi sistem saraf dan membantu regulasi emosi," kata ketua tim, Ikhlasul Amal, Rabu, 1 Juli 2026, seperti dikutip dari laman UGM.

Selain Amal dari Fakultas Biologi, tim terdiri dari Qorina Nisrina Hafshah dari Fakultas Teknologi Pertanian, Zikra Fataha Al Mutansir dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, serta Diva Nadiartalika dan Athar Rosyad Partadireja dari Fakultas Psikologi UGM.

Pengembangan CalmBar berangkat dari meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental di kalangan remaja dan dewasa muda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari satu miliar orang di dunia hidup dengan gangguan kesehatan mental. Gangguan kecemasan dan depresi menjadi jenis gangguan yang paling banyak ditemukan, dan dalam sejumlah kasus dapat memicu tindakan bunuh diri.

Laporan Global Health Observatory 2021 milik WHO menunjukkan Indonesia mencatat angka bunuh diri sebesar 2,4 kasus per 100 ribu penduduk. Namun, studi yang dipimpin Sandersan Onie dari University of New South Wales dan diterbitkan dalam The Lancet Regional Health-Southeast Asia pada 2024 memperkirakan angka bunuh diri di Indonesia 860 persen lebih tinggi dibandingkan data resmi.

Dengan latar belakang yang sama, Amal dkk juga mengembangkan aplikasi SELF-SCAN yang dirancang untuk membantu pengguna memahami pola pikir, emosi, dan pemicu kecemasan secara real time. Melalui pendekatan Ecological Momentary Assessment (EMA), aplikasi ini memantau dinamika psikologis pengguna dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan intervensi sesuai kondisi yang dialami.

“Kami mengembangkan model inovatif yang menggabungkan pendekatan pangan fungsional dan sistem metakognitif digital untuk membantu generasi muda membangun kemampuan regulasi diri secara lebih komprehensif,” kata Amal menerangkan.

Menurut Qorina, kedua inovasi itu dirancang sebagai satu kesatuan pendekatan. CalmBar mendukung regulasi emosi melalui nutrisi dan pengalaman sensoris yang menenangkan, sementara SELF-SCAN membantu pengguna membangun kesadaran metakognitif agar mampu mengenali dan mengelola pola pikir yang memicu kecemasan. 

Pada kemasan CalmBar, pengguna juga memperoleh panduan latihan pernapasan dan teknik grounding 5-4-3-2-1. Sementara itu, SELF-SCAN dilengkapi fitur seperti Algorithmic Trigger Radar, The Auditor, dan Pattern Intelligence untuk membantu pengguna mengidentifikasi pemicu kecemasan dan membangun ketahanan mental jangka panjang.

Dalam ajang International Youth Summit 2026, inovasi tim mahasiswa UGM tersebut meraih Silver Medal Theme Sub Health, Silver Medal Sub Theme Food, dan Favorite Poster Theme Sub Food.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |