Mengapa AS Menyerang Iran Lagi? Eks Pejabat Pentagon Beberkan Alasannya

2 weeks ago 5
Mengapa AS Menyerang Iran Lagi? Eks Pejabat Pentagon Beberkan Alasannya AS kembali menyerang Iran setelah lima hari menghentikan operasi militer. Eks pejabat Pentagon David Des Roches menilai serangan dibatasi agar jalur diplomasi tetap terbuka.(Centcom)

AMERIKA Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Kamis (30/7) dini hari setelah menghentikan operasi militernya selama lima hari. Seorang mantan pejabat Pentagon menilai langkah Washington masih bersifat terukur dan bertujuan menjaga peluang penyelesaian diplomatik tetap terbuka.

Serangan terbaru ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan menyusul insiden yang menimpa kapal tanker penyimpanan gas Energos Winter di Pelabuhan Damietta, Mesir, yang dilaporkan terkena proyektil drone.

Mantan pejabat Pentagon, David Des Roches, menilai pola serangan terbaru Amerika masih serupa dengan operasi militer yang telah dilakukan sepanjang bulan ini.

"Saya tadinya mengira akan ada intensitas atau perluasan target. Saya juga mengira dia (Trump) akan meningkatkan intensitasnya hingga mencakup target ganda. Sejauh ini, kita belum melihat indikasi apa pun, jadi sepertinya serangan ini tidak terlalu dahsyat," kata Des Roches dilansri Al Jazeera, Kamis (30/7).

Menurut Des Roches, Presiden Donald Trump kemungkinan sengaja membatasi skala serangan agar tidak menutup peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Ia menilai Washington masih berupaya menjaga respons militernya tetap proporsional sekaligus membuka ruang bagi proses negosiasi.

Des Roches juga menilai Amerika Serikat belum memiliki strategi jangka panjang yang utuh dalam menghadapi konflik tersebut.

"Mereka memilih untuk mengejarnya hanya dengan kekuatan udara yang membutuhkan waktu lama, kecuali jika Anda berurusan dengan negara yang sangat kecil. Anda selalu mengakhiri (serangan) dengan memperluas target Anda, dan Anda selalu harus melakukannya lebih lama dari yang Anda kira," sebutnya.

Ia menambahkan bahwa fokus utama pemerintahan Trump adalah membatasi kemampuan militer Iran agar tidak mengancam negara-negara di kawasan.

"Fokus militer Trump hanya pada menghentikan kemampuan Iran untuk mengancam negara-negara tetangganya. Jadi ada perbedaan dengan Israel, yang melihat Iran sebagai ancaman eksistensial," tambah Des Roches.

Sebelumnya, militer Amerika kembali melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran setelah pangkalan AS di Yordania dan kapal tanker gas miliknya menjadi sasaran serangan drone.

Media lokal Iran yang dikutip Al Jazeera melaporkan sedikitnya tiga ledakan mengguncang Pulau Qeshm. Warga setempat menyebut rudal menghantam kawasan permukiman di pulau tersebut.

Ledakan juga terdengar di Provinsi Bushehr, lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran. Sementara itu, pejabat keamanan di Provinsi Khuzestan menyatakan pasukan Amerika turut menargetkan beberapa lokasi di Kota Abadan. (Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |