Mengapa OPM Tembak Pilot dan Bakar Pesawat di Yahukimo?

3 hours ago 1

TENTARA Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM, menyatakan bertanggung jawab dalam kasus penembakan pilot dan pembakaran pesawat di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 2 Juli 2026.

Juru bicara markas pusat TPNPB Sebby Sambom mengatakan, penembakan pilot berpaspor Amerika Serikat dan pembakaran dilakukan oleh milisi TPNPB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kami tembak sebagai ultimatum agar tidak ada lagi maskapai Indonesia yang terbang di tanah Papua," kata Sambom dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Dia mengklaim, 36 Kodap TPNPB telah memperingatkan soal larangan terbang di masing-masing wilayah kepada seluruh maskapai yang beroperasi di Papua. Langkah itu diambil sebagai bentuk antisipasi TPNPB terhadap pengiriman prajurit TNI non-organik ke Papua.

Menurut Sambom, selama ini maskapai-maskapai Indonesia yang beroperasi, termasuk pesawat milik PT AMA yang dibakar di Yahukimo, acapkali digunakan untuk mengangkut prajurit atau logistik TNI ke titik-titik pedalaman Papua.

"Mereka bawa TNI, kirim logistik, dan senjata untuk jalankan operasi militer yang menyengsarakan orang Papua. Kami melarang itu," ujar dia.

Atas penembakan dan pembakaran pesawat itu, Sambom menyalahkan pemerintah Indonesia yang diklaimnya tak memedulikan imbauan OPM mengenai lokasi tempur. "Ini adalah kesalahan pemerintah Indonesia yang membiarkan pesawat sipil masuk ke zona perang," katanya.

Sejak Desember 2024, TPNPB mengklaim penetapan 9 kabupaten di Papua sebagai zona perang. Sembilan wilayah ini antara lain Nduga; Pegunungan Bintang; Puncak Jaya; Intan Jaya; Maybrat; Paniai; Dogiyai; Deiyai; serta Kabupaten Yahukimo.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawaih Kolonel Tri Purwanto, membenarkan adanya peristiwa penembakan pilot berpaspor Amerika Serikat di Yahukimo.

"Kronologi masih didalami oleh aparat gabungan. Namun, laporan awal diperoleh, pilot atas nama Nicholas F. Goselin alias Mark meninggal dunia, sementara 7 penumpang berhasil selamat," ujar Tri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |