INFO CANTIKA.COM - Setiap tahun, Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia Awards atau SATU Indonesia Awards mencari anak muda Indonesia yang mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
Penyelenggaraan SATU Indonesia Awards ke-17 yang mengusung tema "Terhubung dalam Aksi" tahun ini resmi dimulai melalui kick-off pada Rabu, 1 April 2026, sebagai langkah awal menjaring lebih banyak generasi muda Indonesia yang memiliki inisiatif dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam upaya memilih kisah inspiratif anak muda terbaik bangsa, hadir sosok-sosok yang memiliki pengalaman, integritas, serta rekam jejak dalam memberikan dampak bagi masyarakat. Karena itu, Astra kembali menghadirkan jajaran dewan juri dari berbagai latar belakang untuk SATU Indonesia Awards 2026. Berikut profil 10 dewan juri SATU Indonesia Awards 2026 yang akan menilai karya-karya inspiratif dari seluruh Indonesia.
Prof. Nila Moeloek
Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek atau yang lebih dikenal dengan Prof. Nila Moeloek merupakan dokter ahli oftalmologi, akademisi, dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2014–2019. Ia juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam berbagai organisasi kemanusiaan dan kesehatan.
Pengalaman dan rekam jejaknya membuat ia dipercaya sebagai dewan juri SATU Indonesia Awards selama 15 tahun berturut-turut, sejak 2012 hingga 2026.
Prof. Fasli Jalal
Prof. Fasli Jalal merupakan seorang akademisi, pakar gizi, dan mantan birokrat yang dikenal luas atas dedikasinya di bidang pendidikan dan pembangunan keluarga. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional periode 2010-2011, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional pada 2013, dan saat ini aktif sebagai Rektor Universitas YARSI sekaligus Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.
Kiprahnya di dunia pendidikan dan kapasitasnya sebagai akademisi menjadikannya juri SATU Indonesia Awards, sejak penyelenggaraan perdana pada 2010 hingga 2026 atau selama 17 tahun.
Tri Mumpuni
Tri Mumpuni adalah wirausaha sosial dan pelopor energi terbarukan di Indonesia yang mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Ia merupakan penggerak Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui akses energi dan penguatan ekonomi lokal. Keseriusannya membangun Indonesia dari desa itu membuatnya dipilih menjadi juri SATU Indonesia Award sejak 2010, atau selama 17 tahun.
Onno Widodo Purbo
Onno Widodo Purbo adalah seorang pakar teknologi informasi yang kini menjabat sebagai Rektor Instut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS). Pria kelahiran Bandung, 17 Agustus 1962 ini banyak dikenal orang sebagai “bapak internet Indonesia” karena kiprahnya dalam edukasi Linux dan open source, pengembangan internet murah berbasis komunitas, perintisan konsep RT/RW Net, serta inovasi wajanbolic sebagai solusi akses internet dengan antena sederhana.
Onno secara konsisten menjadi bagian dari dewan juri SATU Indonesia Award untuk mengevaluasi karya dan perjuangan anak-anak muda di bidang teknologi dan inovasi sejak 2012 hingga saat ini.
Arif Zulkifli
Dikalangan media massa, nama Arif Zulkifli bukan lah nama yang asing. Ia adalah Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk yang telah memulai kariernya sebagai wartawan dengan menjadi reporter di Pusat Data dan Analisis Tempo pada 1993.
Sepanjang kariernya, ia meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Elizabeth O’Neil Journalism Award dari pemerintah Australia pada 2010. Ia juga pernah menjadi anggota tim ahli dalam penyusunan konvensi PBB di Wina, Austria pada 2013, yang membahas peran jurnalisme investigasi dalam pemberantasan korupsi.
Pada ajang SATU Indonesia Award, ia dipercaya sebagai juri pada 5 tahun terakhir yakni pada tahun 2022 di perhelatan ke-13 hingga tahun ke-17 pada 2026. Dalam ajang penghargaan bergengsi dari Astra ini, ia bertugas sebagai perwakilan juri dari unsur media.
Dian Sastrowardoyo
Dian Sastrowardoyo sudah bergabung menjadi juri SATU Indonesia Awards setidaknya selama 8 kali. Ia mulai bergabung sebagai juri tamu sejak 2019 dan menjadi salah satu juri tetap hingga edisi 17th SATU Indonesia Awards pada tahun 2026.
Ia dipilih sebagai salah satu juri lantaran kiprahnya sebagai pegiat seni dan juga pendiri yayasan Dian Sastrowardoyo yang berfokus pada tiga pilar utama yakni pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian seni serta budaya Indonesia.
Billy Boen
Billy Boen merupakan pengusaha dan tokoh pengembangan diri yang dikenal melalui inisiatif Young On Top (YOT), sebuah platform yang berfokus pada pengembangan mindset, kepemimpinan, dan karier generasi muda Indonesia. Melalui berbagai program, pelatihan, dan karya tulisnya, ia aktif mendorong anak muda untuk memiliki jiwa kepemimpinan sejak dini serta berani berkembang di bidang masing-masing.
Kiprahnya dalam membangun ekosistem pengembangan diri tersebut menjadikannya salah satu sosok yang berprestasi sekaligus berdampak bagi generasi muda, serta dipercaya sebagai juri SATU Indonesia Awards sejak 2020 hingga saat ini.
Raline Shah
Karier Raline Shah mulai dikenal luas setelah memerankan tokoh Riani dalam film 5 cm pada 2012. Sejak saat itu, kiprahnya terus berkembang di dunia seni peran, modeling, hingga menjadi bintang iklan. Kini, ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Tak hanya berkiprah di industri kreatif, Raline juga aktif menyuarakan berbagai isu, khususnya pemberdayaan perempuan dan pengembangan generasi muda. Rekam jejaknya sebagai figur yang inspiratif dengan kepedulian terhadap isu sosial menjadikannya sosok yang dipercaya sebagai juri SATU Indonesia Awards sejak 2024.
Diah Suran Febrianti
Diah Suran Febrianti merupakan Head of Environment & Social Responsibility Astra. Melalui posisinya di Astra, ia aktif memajukan program keberlanjutan dan kontribusi sosial di lima pilar yakni Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi.
Upaya tersebut berhasil mengantarkannya meraih penghargaan dalam ajang HR Asia Awards 2025 pada kategori HR Asia Sustainable Workplace Awards, sebagai pengakuan atas inisiatif berkelanjutan yang dijalankan perusahaan untuk menciptakan tempat kerja yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.
Windy Riswantyo
Windy Riswantyo adalah Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk yang bertanggung jawab atas strategi komunikasi perusahaan. Sebelumnya, ia berkiprah lebih dari satu dekade di Astra Life dan turut mengawal perjalanan perusahaan sejak masa awal pendiriannya.
Sejak tahun lalu, Windy Riswantyo resmi menjabat sebagai juri SATU Indonesia Awards, bertepatan dengan perhelatan ke-16. (*)
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469567/original/092858600_1768130667-4.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)