NASA Siapkan 4 Misi Baru ke Bulan, Gandeng 3 Perusahaan

23 hours ago 5

BADAN Antariksa Amerika Serikat atau NASA menunjuk tiga perusahaan swasta untuk melaksanakan empat misi baru ke Bulan pada akhir 2028 sebagai bagian dari program Moon Base. Astrobotic, Firefly Aerospace, dan Intuitive Machines akan mengirimkan muatan ilmiah (science payload) ke permukaan Bulan guna mendukung pembangunan pangkalan permanen pertama NASA di benda langit selain Bumi.

Associate Administrator Direktorat Misi Penerbangan Antariksa Berawak NASA Lori Glaze mengatakan kontrak baru ini bernilai hampir US$ 600 juta. “Ini menunjukkan komitmen kami dalam mempercepat upaya membangun kehadiran jangka panjang di permukaan Bulan, sekaligus memberi lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang kami perlukan agar dapat berkembang di sana,” ujar Glaze dalam keterangan tertulis, 30 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Astrobotic memperoleh kontrak senilai US$ 297,9 juta untuk dua misi, sedangkan Firefly Aerospace dan Intuitive Machines masing-masing menerima kontrak senilai US$ 144,2 juta dan US$148,3 juta untuk satu misi. Seluruh misi merupakan bagian dari program Commercial Lunar Payload Services (CLPS), yang menjadi salah satu pilar utama pengembangan Moon Base.

NASA menyebut ketiga perusahaan akan menggunakan versi terbaru dari desain wahana pendarat yang telah lebih dulu diterbangkan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan frekuensi misi sekaligus mempercepat pengembangan teknologi pendaratan di Bulan.

“Kami sedang membangun tempat uji coba untuk operasi Moon Base,” kata Pelaksana Tugas Direktur Wahana Pendarat Kargo Moon Base NASA, Ryan Stephan. “Meningkatkan frekuensi pemesanan misi dan peluang peluncuran ke Bulan memungkinkan kami bergerak lebih cepat untuk belajar, melakukan penyempurnaan, dan terus meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Selain mengumumkan kontrak baru, NASA juga membuka peluang baru bagi industri Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam program Moon Base. Lembaga tersebut tengah mempertimbangkan pengiriman rover hibrida PROMISE (Polar Rover for Observation, Mapping, and In-Situ Exploration), yang dikembangkan dari teknologi rover Mars Perseverance dan Curiosity, untuk mempelajari permukaan, bawah permukaan, serta potensi sumber daya di Bulan.

Dalam beberapa bulan mendatang, NASA juga akan meminta proposal untuk misi yang membawa demonstrasi teknologi sistem daya dan avionik, muatan ilmiah tambahan, pencitra optik di Kutub Selatan Bulan, hingga konstelasi satelit relai komunikasi dan navigasi yang akan meningkatkan komunikasi antara infrastruktur Moon Base dan Bumi.

Setiap misi yang diumumkan akan membawa tiga instrumen ilmiah, yakni Stereo Camera for Lunar Plume Surface Studies (SCALPSS) untuk mempelajari dampak semburan mesin pendarat terhadap debu Bulan, Laser Retroreflector Array (LRA) untuk membantu navigasi dan penentuan posisi di Bulan, serta Linear Energy Transfer Spectrometer (LETS) untuk mengukur tingkat dan jenis radiasi di lingkungan Bulan. NASA juga masih meninjau kemungkinan penambahan muatan ilmiah lainnya.

“Dengan menerbangkan instrumen ilmiah yang sama pada beberapa wahana pendarat, kami akan lebih memahami potensi bahaya saat pendaratan sekaligus membangun jaringan global data lingkungan dan penanda lokasi di Bulan,” ujar Deputy Associate Administrator for Exploration pada Science Mission Directorate NASA, Joel Kearns. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |