Persija Jakarta Bangun Generasi Baru di Era Shin Tae-yong

10 hours ago 2

KLUB Persija Jakarta memasuki musim 2026/2027 dengan membawa agenda regenerasi. Keberhasilan tim U-20 menjuarai Elite Pro Academy menjadi titik awal munculnya sejumlah talenta muda ke skuad utama. Di saat yang sama, Macan Kemayoran masih mengandalkan pemain-pemain yang telah matang di level nasional untuk menjadi penghubung dalam proses transisi.

Kehadiran pelatih baru Shin Tae-yong dipandang akan mempercepat proses tersebut. Pelatih asal Korea Selatan itu diharapkan mampu memadukan pemain muda dengan para pemain berpengalaman agar Persija tetap kompetitif sepanjang musim.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Salah satu pemain yang diproyeksikan memegang peran penting ialah Witan Sulaeman. Penyerang berusia 24 tahun itu pernah bekerja sama dengan Shin di Timnas Indonesia. Pengalaman tersebut ia yakini menjadi modal untuk membantu pemain-pemain muda beradaptasi di tim utama. "Tentunya saya sangat antusias dengan hadirnya Coach Shin Tae-yong di Persija ini," kata Witan dalam acara meet and greet Persija bersama Indofood di Jakarta Fair Kemayoran, Rabu, 1 Juli 2026.

Meski pernah dilatih Shin, Witan menilai atmosfer bekerja di klub akan berbeda dibandingkan di tim nasional. "Kalau di timnas kita berkumpul hanya untuk turnamen, sedangkan di Persija kita akan melakukan latihan dan kompetisi yang sangat panjang," ujarnya. Ia berharap kerja sama dengan Shin Tae-yong mampu membawa Persija bersaing dalam perebutan gelar musim ini.

Di sisi lain, regenerasi Persija mulai terlihat dari munculnya Rayhan Hannan. Gelandang berusia 21 tahun itu tampil konsisten musim lalu dengan mencatat delapan gol dan tujuh assist di semua kompetisi. Penampilan tersebut membuat Persija memperpanjang kontraknya hingga tiga musim.

Witan Sulaiman dan dua rekannya di Persija Jakarta dalam acara meet and greet Persija bersama Indofood di Jakarta Fair Kemayoran, Rabu, 1 Juli 2026. TEMPO/Burhanuddin Maajid.

Bagi Rayhan, keputusan bertahan tak lepas dari kedekatannya dengan Jakarta. "Persija dan Jakarta selalu menjadi rumah saya karena saya anak Jakarta," katanya. "Semoga kita bisa juara musim depan."

Prospek lain datang dari Fabio Azka Irawan. Bek muda yang ikut membawa Persija U-20 menjuarai Elite Pro Academy itu berharap dapat menembus tim utama secara reguler pada musim ini. Fabio juga dikenal memiliki kemampuan lemparan ke dalam jarak jauh. Menurut dia, kemampuan tersebut mulai diasah ketika memperkuat Timnas Indonesia U-16. "Awalnya waktu di Timnas U-16 saya mencoba lemparan jauh dan ternyata bisa. Setelah itu saya terus latihan sendiri," ujarnya.

Witan menilai kehadiran para pemain muda justru akan memperkuat kedalaman skuad. Ia mengatakan pemain yang lebih berpengalaman siap membantu proses adaptasi para lulusan akademi. "Saya rasa itu sangat bagus karena bisa membantu kedalaman skuad. Saya pernah bermain di luar negeri, jadi mungkin saya bisa membantu mereka lebih cepat beradaptasi, baik di dalam maupun di luar lapangan," kata Witan.

Dengan kombinasi pelatih baru, pemain-pemain muda hasil pembinaan akademi, dan sosok berpengalaman seperti Witan, Persija berharap dapat kembali bersaing di papan atas Liga 1. Ambisi itu menjadi semakin besar karena musim ini berlangsung menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada Juni 2027.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |