Polda Banten Didirikan Posko Antemortem Lacak 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

1 hour ago 1
Polda Banten Didirikan Posko Antemortem Lacak 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Personel Basarnas Banten menuliskan data penumpang kapal yang hilang kontak di Posko SAR Nasional, Pandeglang, Banten, Selasa (8/9/2026).(Antara)

POLDA Banten resmi menyiagakan posko antemortem melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes). Langkah antisipatif ini disiapkan untuk mempercepat proses identifikasi lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang.

Proses Pencarian Lima Wartawan Oleh Tim Gabungan

Upaya pencarian skala besar terus dimaksimalkan oleh tim SAR terpadu yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, Polairud, Lanal, hingga BPBD. Operasi penyisiran telah berlangsung sejak informasi kehilangan pertama kali diterima.

"Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan," kata Kapolda Banten Irjen Hengki di Pandeglang.

"Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa (8/9), tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian," paparnya.

Prioritas Keselamatan Tim SAR dan Imbauan Radius Bahaya PVMBG

Selain memfokuskan personel pada titik penyisiran, Polda Banten menekankan pentingnya faktor keselamatan bagi seluruh tim yang bertugas di lapangan, mengingat kondisi cuaca dan dinamika vulkanik di Selat Sunda.

"Kita akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian," ujarnya.

Masyarakat serta operator transportasi laut juga diimbau keras untuk mematuhi zonasi aman yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna menghindari risiko erupsi.

"Dari Vulkanologi sudah mengimbau semenjak meningkatnya erupsi ini, tidak boleh mendekati dalam radius tiga kilometer. Jadi harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau," kata dia. (Ant/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |