KEPALA Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membahas isu geopolitik dalam pertemuan di Istana Negara pada Kamis, 19 Maret 2026 lalu.
Menurut Andi, pembahasan mencakup konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, sosok Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. “Membicarakan tentang Trump, perang Iran, dan dampaknya ke ekonomi Indonesia,” kata Andi di Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam pertemuan tersebut, Megawati juga menekankan pentingnya politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Ia mengingatkan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina, merujuk pada Dasasila Bandung yang dihasilkan dalam Konferensi Asia Afrika 1955. Dasasila itu ditandatangani oleh 29 negara sebagai pedoman solidaritas negara-negara Asia-Afrika.
Di luar pertemuan itu, Andi menilai kondisi ekonomi Indonesia sebenarnya sudah menghadapi tekanan bahkan sebelum eskalasi konflik global. Ia menyoroti adanya pelonggaran disiplin fiskal akibat berbagai program populis pemerintah. Menurut dia, terdapat sekitar 67 program yang menjadi prioritas utama Presiden Prabowo.
“Program-program populis membuat relokasi anggaran bergerak signifikan. Ini saja sudah berdampak pada ekonomi Indonesia di 2026, apalagi ditambah dengan perang,” ujarnya.
Andi juga menilai terdapat kesenjangan antara data makro ekonomi dan kondisi riil di lapangan. Ia menyarankan pemerintah menggeser alokasi anggaran agar lebih tepat sasaran. Salah satu contohnya adalah program makan bergizi gratis (MBG), yang menurutnya perlu difokuskan hanya kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
“Kalau yang tidak membutuhkan tidak perlu dialokasikan,” kata dia.
Selain itu, Andi menyinggung dinamika politik domestik di Amerika Serikat yang memengaruhi langkah Donald Trump dalam konflik Iran. Ia menilai tekanan politik dalam negeri membuat Trump harus melakukan berbagai manuver untuk menunjukkan keberhasilan operasinya.
“Trump cenderung lebih lunak dengan berbagai cara untuk menunjukkan bahwa operasi di Iran berhasil,” ujar Andi.
Dengan kondisi politik internal tersebut, Andi menilai peluang Partai Demokrat untuk mengungguli Partai Republik tetap terbuka.
Sebelumnya, juru bicara PDI Perjuangan Guntur Romli menyatakan pertemuan Prabowo dan Megawati juga membahas berbagai isu global lain. Di antaranya perang dagang Amerika Serikat dan Cina, konflik Israel dengan negara-negara Arab, perang Rusia-Ukraina, ketegangan di Laut Cina Selatan, hingga isu pemanasan global dan dampaknya bagi Indonesia.
Selain isu global, kedua tokoh tersebut turut membahas persoalan strategis nasional, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan kesejahteraan rakyat dalam kerangka negara hukum Pancasila.
“Presiden Prabowo dan Ibu Megawati berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi, terutama terkait kepentingan strategis nasional dan internasional,” kata Guntur.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)








