Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri).(Dok. Foto: Cahyo - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
SETELAH menuntaskan agenda kunjungan kerja di Jawa Tengah, Presiden Prabowo Subianto kembali menuju Jakarta menggunakan KA Nusantara Explorer dari Stasiun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (30/7).
Perjalanan tersebut menjadi salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengembangkan konsep wisata berbasis kereta api. Program ini diarahkan untuk menghadirkan perjalanan yang nyaman sekaligus memperkenalkan beragam kekayaan budaya Indonesia.
KA Nusantara Explorer yang membawa Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas berangkat sekitar pukul 17.05 WIB. Sebelumnya, Prabowo juga menaiki kereta yang sama ketika melakukan perjalanan dari Kota Semarang menuju Kabupaten Batang dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemanfaatan KA Nusantara Explorer merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat industri pariwisata nasional melalui pengembangan layanan wisata dengan moda transportasi kereta api.
"Dalam rangka kita meningkatkan potensi pariwisata, salah satunya Bapak Presiden menghendaki untuk kita mengembangkan pariwisata berbasis kereta api," ujar Prasetyo dikutip dari siaran pers BPMI Setpres.
Dia menjelaskan, PT Kereta Api Indonesia sebelumnya telah memiliki unit usaha yang bergerak dalam penyediaan layanan kereta wisata. Namun, Prabowo meminta agar fasilitas tersebut dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan gerbong baru yang nantinya terintegrasi dengan berbagai tujuan wisata unggulan di Indonesia.
"Sebenarnya PT KAI kan memang sudah memiliki perusahaan yang memang khusus menyediakan fasilitas kereta wisata. Pak Presiden minta untuk diperkuat, kita bikin gerbong baru yang nanti akan dipadukan dengan destinasi-destinasi wisata unggulan yang kita miliki," lanjutnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa KA Nusantara Explorer yang digunakan Prabowo masih berada dalam tahap pengujian dan belum resmi diperkenalkan kepada publik. Meski begitu, ia memberikan apresiasi terhadap kualitas gerbong tersebut yang dinilai sudah memenuhi standar internasional.
"Hari ini masih uji coba karena memang secara resmi belum di-launching dan menurut kami tadi yang sempat diajak untuk menengok ke dalam interior kabin gerbong, kita cukup mengapresiasi bahwa sekarang PT KAI mampu untuk memproduksi gerbong kereta api berkelas dunia, berkelas internasional," tutur Prasetyo.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai KA Nusantara Explorer memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengembangan wisata nasional. Menurutnya, kereta tersebut dapat memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda dan menarik minat masyarakat.
"Kalau saya boleh nambahin sedikit, kelihatannya dari obrolan-obrolan tadi juga respon dari banyak orang, ini bakalan banyak masyarakat yang akan tertarik bahkan mungkin menyewa gerbong, atau menyewa untuk kegiatan-kegiatan acara reuni atau macam-macam, gathering, atau sambil rapat atau macam-macam. Sangat unik, sangat unik," kata Fadli Zon.
Pemanfaatan KA Nusantara Explorer dalam perjalanan dinas Presiden Prabowo, baik ketika menuju maupun kembali dari Kabupaten Batang, mencerminkan arah baru pengembangan transportasi wisata di Indonesia. Konsep tersebut tidak hanya berfokus pada kemudahan konektivitas, tetapi juga menawarkan pengalaman perjalanan premium yang membawa nilai budaya Indonesia. (Mir/P-3)

















































