Warga antre mengambil air bersih dari mobil layanan bantuan air bersih di Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (6/7). Sebanyak tiga RT di RW 03 Sunter Jaya yang terdampak revitalisasi saluran air mendapatkan bantuan air bersih gratis dari PAM J(MI/USMAN ISKANDAR)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa persoalan kekeringan di wilayah Ibu Kota masih dapat teratasi dengan baik. Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan selama musim kemarau berlangsung, karena ketersediaan air bersih dinilai masih mencukupi kebutuhan warga.
Pramono mengakui adanya laporan kekeringan di sejumlah titik. Namun, ia menegaskan bahwa dampaknya belum signifikan dan masih dalam kendali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.
"Kalau kekeringan di Jakarta alhamdulillah, walaupun ada, tetapi bisa teratasi dengan baik karena airnya masih cukup untuk itu," ujar Pramono, Rabu (9/9/2026).
Antisipasi Dampak El Nino
Sebelumnya, dalam Apel Siaga di kawasan Monas pada Rabu (2/9/2026), Pramono telah menginstruksikan jajaran BPBD untuk tetap waspada terhadap potensi bencana selama musim kemarau. Hal ini menjadi krusial mengingat kemarau kali ini dibarengi dengan fenomena El Nino yang diprediksi akan bertahan hingga akhir September 2026.
Berdasarkan data BPBD, saat ini terdapat dua wilayah yang sudah mulai terdampak kekeringan, yakni:
- Kelurahan Kalibaru
- Kelurahan Semper
Untuk mengantisipasi kekurangan air yang lebih luas, pemerintah telah menyiagakan 29 unit tangki air yang berasal dari sepuluh instansi lembaga terkait. Puluhan tangki ini siap didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih darurat.
Koordinasi Lintas Sektoral dan Layanan 112
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan PAM Jaya. Selain itu, sosialisasi kepada aparat wilayah mulai dari tingkat wali kota hingga kelurahan terus digencarkan agar respons terhadap keluhan warga bisa lebih cepat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk menyiapkan jalur komunikasi melalui layanan 112. Kami meminta masyarakat yang menemukan kejadian kekeringan segera melapor, dan kami akan memfasilitasi distribusi air bersih bersama PAM Jaya," jelas Marulitua.
Waspada Lonjakan Kasus Kebakaran
Selain krisis air, musim kemarau panjang juga memicu peningkatan kasus kebakaran di Jakarta. Data BPBD menunjukkan sepanjang periode Juli hingga Agustus 2026, tercatat telah terjadi 457 kejadian kebakaran. Khusus pada bulan Agustus saja, angka kebakaran mencapai 240 kasus.
Penyebab Utama Kebakaran:
Mayoritas kasus kebakaran di Jakarta selama musim kemarau dipicu oleh korsleting listrik. Namun, faktor kelalaian manusia seperti pembakaran sampah sembarangan dan pembuangan puntung rokok yang masih menyala juga menjadi penyebab dominan yang patut diwaspadai warga.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)