Produsen Bobibos: Uji Lagi di Lemigas untuk Jenis Kelamin

5 hours ago 2

PRODUSEN Bobibos, bahan bakar nabati dari Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyambut baik undangan uji di laboratorium Lembaga Minyak dan Gas (Lemigas) Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurutnya, uji akan menjadi yang kedua kalinya setelah yang pertama diaku dilakukannya secara mandiri di laboratorium yang sama.

Bobibos, akronim dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!, ditawarkan PT. Inti Sinergi Formula sebagai sebuah inovasi alternatif untuk BBM pada tahun lalu. Mereka menyatakan mampu menghasilkan BBN dengan angka RON sampai 98 dari limbah jerami. Harga jualnya Rp 7 ribu per liter.     

Founder Bobibos, Iklas Thamrin, kembali menegaskan bahwa Bobibos sudah pernah mereka uji di Lemigas. "Dulu sudah kami lakukan, tapi itu mandiri. Nah saat ini, uji yang dilakukan Ditjen Migas output-nya adalah menentukan jenis kelamin Bobibos ini apa. Apakah BBM, BBN atau Bahan Bakar Terbarukan," katanya saat dihubungi, Ahad 26 April 2026.

Iklas mengatakan, teknis pengujian sepenuhnya dari Lemigas dengan mengambil sampel yang ada di bengkel Bobibos di Jonggol. Menurut Iklas, selain menentukan 'jenis kelamin' Bobibos, tujuan uji Lemigas yang akan datang untuk menyempurnakan syarat dan standar prosedur pengadaan atau produksi massal Bobibos di dalam negeri. 

"Jadi bisa dibilang ini tahapan awal, untuk memenuhi regulasi tentang pengadaan dan produksi massal Bobibos di dalam negeri," katanya. "Sehingga jika ini sesuai prosedur dan aturan yang berlaku di negara kita, Insya Allah Bobibos bisa jadi bahan bakar untuk kendaraan yang bisa digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Iklas menjelaskan. 

Iklas memberikan konfirmasi atas keterangan yang dibagikan Ditjen Migas sebelumnya bahwa proses evaluasi terhadap bahan bakar alternatif Bobibos dilanjutkan. Produk tersebut kini akan memasuki tahap uji kelayakan sebelum dapat dipasarkan secara luas di Indonesia. Dalam keterangan itu, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad mengatakan kembali memanggil PT Inti untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standar dan klasifikasi produk.

“Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas,” kata Noor.

Adapun Komisaris Utama PT. Inti Sinergi Formula, Mulyadi, pernah mengungkap adanya audiensi dengan Ditjen Migas pada 13 April lalu. Undangan audiensi didapat setelah Bobibos menyatakan mendapat kesempatan untuk produksi massal di negara tetangga, Timor Leste.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |