KONFLIK bersenjata di Papua kembali menjadi sorotan usai seorang pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, tewas ditembak oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM. Nicholas ditembak saat membawa pesawat milik PT AMA di kawasan Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 2 Juli 2026.
Berikut sejumlah fakta penting mengenai insiden ini.
Kronologi Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat
Nicholas ditembak saat melintas di kawasan Distrik Sobaham pada Kamis, 3 Juli 2026. Pesawat yang dipiloti Nicholas dieksekusi karena diduga membawa logistik pasukan TNI di Papua.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Juru bicara markas pusat TPNPB Sebby Sambom mengatakan, penembakan pilot berpaspor Amerika Serikat dan pembakaran dilakukan oleh milisi TPNPB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak. "Kami tembak sebagai ultimatum agar tidak ada lagi maskapai Indonesia yang terbang di tanah Papua," kata Sambom dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.
Dia menjelaskan, 36 komando daerah pertahanan (Kodap) TPNPB telah menerbitkan larangan terbang di masing-masing wilayah kepada seluruh maskapai yang beroperasi di Papua. Larangan tersebut sebagai antisipasi TPNPB terhadap pengiriman prajurit TNI non-organik ke Papua.
Menurut Sambom, selama ini maskapai-maskapai Indonesia yang beroperasi, termasuk pesawat milik PT AMA yang dibakar di Yahukimo, acapkali digunakan untuk mengangkut personel atau logistik TNI ke titik-titik pedalaman Papua.
"Mereka bawa TNI, kirim logistik dan senjata untuk jalankan operasi militer yang menyengsarakan orang Papua. Kami melarang itu," ujar dia.
9 Kabupaten di Papua Jadi Zona Perang
Sejak Desember 2024, TPNPB mengklaim penetapan 9 kabupaten di Papua sebagai zona perang yang melarang akses warga sipil. Sembilan wilayah ini antara lain Nduga; Pegunungan Bintang; Puncak Jaya; Intan Jaya; Maybrat; Paniai; Dogiyai; Deiyai; serta Kabupaten Yahukimo.
Sambom mengatakan TPNPB telah berulang kali memperingatkan mengenai wilayah yang mereka sebut sebagai zona perang. "Ini kesalahan pemerintah Indonesia yang membiarkan pesawat sipil masuk ke zona perang," katanya.
TNI Gelar Operasi Khusus
Setelah insiden ini, Prajurit TNI dari Komando Operasi Habema (Koops Habema) menggelar operasi khusus untuk menguasai Lapangan Terbang Ipdeheik di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang menjadi lokasi penembakan pilot dan pembakaran pesawat perintis milik PT AMA.
Kepala Penerangan Koops Habema Letnan Kolonel Wirya Arthadiguna mengatakan operasi dilakukan untuk mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan sekaligus mendukung pelaksanaan pencarian dan penyelamatan (SAR) taktis serta evakuasi korban.
"Operasi dilakukan untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan, sekaligus melaksanakan SAR taktis dan evakuasi korban," kata Wirya pada Jumat, 3 Juli 2026.
Dalam operasi tersebut, Koops Habema mengerahkan 10 prajurit yang didukung dua helikopter Caracal. Menurut Wirya, penggunaan helikopter dilakukan karena medan pegunungan di lokasi memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
Jenazah Telah Dievakuasi
Wirya mengatakan saat ini anak buahnya telah berhasil mengevakuasi korban. Jenazah diketahui telah tiba di Timika untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
"Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk proses penanganan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata dia.
TNI Buru Kelompok Penembak Pilot Pesawat
Setelah proses evakuasi, TNI mengerahkan prajurit dari Komando Koops Habema untuk memburu kelompok TPNPB-OPM yang diduga menembak pilot pesawat perintis di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, penembakan terhadap pilot dan pembakaran pesawat perintis diduga dilakukan kelompok TPNPB pimpinan Elkius Kobak.
"Tim patroli Koops Habema langsung melaksanakan penyisiran dan pengejaran terhadap para pelaku guna menjaga situasi keamanan serta mendukung proses penegakan hukum," kata Wirya.
Pilihan Editor: Buat Apa Taruna Akademi Militer di Sekolah Rakyat





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)









:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)







