CANTIKA.COM, Jakarta - Ngompol, beser begitupun sebaliknya susah buang air kecil termasuk pada golongan kelainan saluran kemih bagian bawah. Meskipun sering dikaitkan dengan orang tua dan ibu yang pernah melahirkan, ternyata kondisi ini bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan, dari anak-anak hingga orang tua.
Saat melakukan sesi Health Talk pada acara peresmian Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic di Aryaduta Hotel Menteng, Prof.dr.Harrina E. Rahardjo,Sp.(K),PhD menjelaskan bahwa normalnya jarak buang air kecil terjadi dalam rentang setiap 4-5 jam dan tidak terbangun saat tidur malam. Jika lebih dari delapan kali dari saat bangun tidur hingga tidur lagi, juga tidur malam yang terganggu, itu sudah menandakan gangguan dasar panggul.
Seiring dengan itu, dr. Stephanie Theodora,Sp.KFR (K) menekankan untuk tidak meremehkan gejala saat buang air kecil. “Mungkin menurut bapak ibu udah ngerasa oh ini kayaknya salah ya. Kenapa pipisnya per setengah jam sekali, 15 menit baru keluar dari WC udah mau pipis lagi. Itu menurut saya tolong jangan dianggap enteng. Jangan dipikir oh pipis doang,” ujarnya.
[dari kiri ke kanan] dr.Agustina Suhanura,MARS, dr.Grace Frelita,MM, dr.Stephanie Theodora,Sp.KFR (K), dr.Fina Widia, Sp.U(K), FICRS, Prof.dr.Harrina E. Rahardjo,Sp.(K),PhD, dr.Lily Widya Winata,M.Kes, dr. Hoyi Siantoresmi, MARS dalam acara peresmian Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026. Foto: CANTIKA/Salsabilla Farka Kirani.
Penyebab dari gangguan ini bisa berasal dari banyak hal. Dijelaskan oleh dr.Fina Widia, Sp.U(K), FICRS, seperti di antaranya sering minum berkafein dalam jumlah besar, minum air putih dalam jumlah besar, sumbatan jalan keluar, kandung kemih sensitif, lemahnya otot dasar panggul, dan lainnya.
Prof. Herrina juga menambahkan penyebab dari stres, ia mengatakan bahwa “Orang sering melupakan tentang stres, ya. Stres psikologis itu sudah ada penelitiannya bahwa kalau hormon stres keluar itu, bisa meningkatkan sensitivitas dari kandung kemih juga.” Beliau menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk yang kompleks perlu untuk dilihat penyebabnya secara keseluruhan.
Proses Pengobatan Gangguan Kandung Kemih, Tidak Melulu soal Obat dan Bedah
dr.Stephanie Theodora,Sp.KFR (K) sedang mendemonstrasikan layanan Pelvic Floor Physiotherapy dalam acara peresmian Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026. Foto: CANTIKA/Salsabilla Farka Kirani.
Penyembuhan kelainan saluran kemih, tidak selalu invasif, yakni memasukkan sesuatu pada tubuh pasien. Dokter akan memulai dengan mempertanyakan kebiasaan sehari-hari, penggunaan kuesioner, mengecek cairan urin yang keluar, dan terapi. Bagian invasif seperti pembedahan baru akan dilakukan apabila tahap sebelumnya tidak berhasil.
Terapi perilaku atau perubahan atau modifikasi gaya hidup juga dapat menjadi salah satu cara penyembuhan. “Dari kebiasaan kecil pasien, mulai dari cara konsumsi makan dan minum, jenisnya apa, kebiasaan berkemih yang dilakukan dari dulu. Terkadang enggak perlu sampai operasi atau obat. Dengan merubah kebiasaan aja sebetulnya sudah bisa gitu (penyembuhan),” ucap Prof. Herrina.
Dalam proses pengobatan, Rumah Sakit Siloam Asri menggunakan multidisiplin approach, yakni terdapat koordinasi dari dokter, terapis, dan perawat. Mengingat 1 dari 8 perempuan di Indonesia mengalami gangguan kandung kemih, disediakan pula bagian khusus menangani urologi perempuan untuk memberikan ruang yang lebih nyaman dalam proses pengobatan.
Mengutip dr. Grace Frelita,MM, “Kalau ibu sehat, keluarga sehat. Kalau keluarga sehat, bangsa kuat”. Yuk, jaga kesehatan kita tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang disekitar kita.
SALSABILLA FARKA KIRANI | ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469567/original/092858600_1768130667-4.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)