Strategi Mitigasi Bencana Unik ala Pemkot Bontang: Tanam Pohon dan Puasa

2 hours ago 1

INFO TEMPO - Forum lingkungan hidup yang digelar dalam Rapat Kerja Nasional ke-18 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas APEKSI) di Kota Medan, Sumatera Utara, menjadi ruang berbagi pengalaman antarkota mengenai berbagai inovasi dan praktik baik dalam pengelolaan lingkungan.Kebijakan konkret dalam menghadapi perubahan iklim diimplementasikan Pemerintah Kota Bontang, kota industri dan maritim di pesisir Provinsi Kalimantan Timur, dengan pelestarian alam dan mitigasi bencana. Contoh, transplantasi terumbu karang di Arboretum Terumbu Karang dan kawasan Pasilan, Karang Segajah. Ada pula penanaman mangrove dan pohon."Kalau di Bontang, setiap pegawai yang naik pangkat, ASN yang baru diterima, serta PPPK wajib menanam minimal satu pohon, harus tumbuh. Pasangan yang baru menikah juga harus menanam pohon," kata Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni di Medan, pada Rabu, 1 Juli 2026. Aturan yang berlaku sejak Neni menjabat ini, bertujuan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Tak hanya menanam pohon, masyarakat juga diajak berpuasa setiap Senin dan Kamis untuk mengurangi sampah. Ada pula Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku atau GESIT, yang mengajak 191 ribu jiwa penduduk kota peduli terhadap pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Targetnya, menjadi terbersih di Indonesia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Minimal mengurangi penggunaan wadah makanan dan minuman sekali pakai. Kita mulai dari diri kita sendiri,” ujar Neni. Selain Jumat Bersih yang menjadi program rutin, untuk menumbuhkan kesadaran kolektif sekaligus memberi efek jera, ada sanksi bagi siapa saja yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi membuka kegiatan Smart Tani Go to School di lingkungan SDN 005 Kelurahan Berbas Pantai pada Jumat, 8 Mei 2026. Dok. Pemkot Bontang

Program lain adalah Smartani Goes to School yang merupakan edukasi pertanian dan lingkungan sejak dini kepada pelajar. Mengenalkan pentingnya menjaga alam demi masa depan berkelanjutan. Kemudian memberi apresiasi tahunan kepada pelopor dan pegiat yang berkontribusi menjaga kelestarian alam. 

Walhasil pada akhir Februari 2026, Kota Bontang menerima penghargaan peringkat kelima menuju kota bersih di tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026. Penghargaan diterima Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris di Balai Kartini, Jakarta. 

Selain penghargaan, Kota Bontang juga mendapat tiga unit gerobak motor sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat armada pengangkutan sampah di tingkat kelurahan dan mengoptimalkan pelayanan kebersihan. (*)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |