Tanggapi Wacana Masjid Istiqlal Masuk Bursa lewat Wakaf Produktif, Ini Kata OJK

2 hours ago 1
Tanggapi Wacana Masjid Istiqlal Masuk Bursa lewat Wakaf Produktif, Ini Kata OJK Masjid Istiqlal Jakarta.(Dok. Antara)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menanggapi inisiasi terkait rencana Masjid Istiqlal masuk ke pasar modal Indonesia melalui pengelolaan wakaf produktif. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa saat ini rencana tersebut masih berstatus wacana.

Hasan menjelaskan bahwa pada dasarnya pengelolaan wakaf produktif dapat memanfaatkan instrumen pasar modal, serupa dengan pengelolaan dana investasi lainnya. Dalam skema ini, dana wakaf nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI).

"Ya sebetulnya ini masih berupa wacana, di mana pengelolaan wakaf produktif akan memanfaatkan investasi seperti layaknya pengelolaan dana investasi di instrumen-instrumen lain, termasuk instrumen pasar modal," ujar Hasan usai acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8).

Menunggu Kejelasan Skema

Mengingat wakaf produktif memiliki karakteristik dan ketentuan hukum Islam yang spesifik, OJK masih menunggu kejelasan mengenai skema yang akan digunakan dalam proses investasi tersebut. Hasan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di pasar modal Indonesia.

"Karena ini bersinggungan dengan instrumen yang sangat spesifik, tentu kami menunggu skema yang akan dilakukan seperti apa. Kami harapkan nanti semua pihak mengikuti koridor pengaturan dan ketentuan yang ada di pasar modal," tambahnya.

Hasan memastikan bahwa infrastruktur pasar modal Indonesia sudah siap mendukung wacana ini. Pilihan instrumen investasi, lembaga intermediasi, hingga lembaga profesi yang diperlukan sudah tersedia dan memiliki payung hukum perizinan yang jelas.

Pengelolaan Profesional oleh Manajer Investasi

Senada dengan OJK, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengonfirmasi bahwa pengelolaan dana wakaf produktif Masjid Istiqlal akan diserahkan kepada Manajer Investasi secara profesional.

Jeffrey menjelaskan bahwa program ini berkaitan dengan filantropi Islam yang dilakukan oleh investor melalui sistem perdagangan daring syariah (online trading syariah). Dana yang ditujukan untuk Masjid Istiqlal tersebut akan dikelola untuk tujuan produktif.

"Filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Nah, itu yang sedang dikerjakan," kata Jeffrey.

Meski program ini sudah mulai bergulir, Jeffrey mengaku belum dapat merinci total nilai dana wakaf produktif yang akan ditempatkan. Saat ini, pihak bursa terus mendukung pengembangan pasar modal syariah melalui berbagai inisiatif filantropi Islam. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |