PELATIH tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, mengibaratkan Harry Kane seperti seekor hiu setelah sang kapten mencetak dua gol yang membawa The Three Lions menang 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis dini hari, 2 Juli 2026, memastikan Inggris melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Meksiko.
Tuchel menilai Kane kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang kelas dunia dengan tampil menentukan pada pertandingan yang berlangsung ketat. "Inilah yang kami harapkan darinya dan memang itulah yang ia harapkan dari dirinya sendiri," kata Tuchel kepada BBC seusai pertandingan, seperti dikutip Sky Sports.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut pelatih asal Jerman itu, dalam laga yang sulit pemain-pemain besar akan muncul untuk menentukan hasil pertandingan. "Itu kualitas pemain kelas dunia," ujarnya.
Inggris sempat dikejutkan gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh. Gol itu menjadi gol pertama DR Kongo dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia sepanjang sejarah mereka. Meski tertinggal lebih dulu, Tuchel menilai timnya tetap menjalankan rencana permainan dengan baik.
Ia mengakui pertandingan tidak berlangsung semudah yang diharapkan. "Kalau semuanya berjalan sesuai keinginan, kami akan mencetak gol cepat, lalu gol kedua, dan menjalani sore yang mudah," kata mantan pelatih Chelsea tersebut.
Namun, menghadapi tim dengan organisasi pertahanan yang rapat seperti DR Kongo, menurut Tuchel, para pemain memang harus siap menghadapi berbagai situasi yang tidak sesuai rencana. "Anda harus mampu menghadapi setiap situasi yang muncul. Mereka mencetak gol sangat cepat," ujar pelatih berusia 52 tahun itu.
Kane kemudian menjadi penentu kebangkitan Inggris. Ia menyamakan kedudukan pada menit ke-75 melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Anthony Gordon. Sebelas menit berselang, penyerang Bayern Munchen itu melepaskan tembakan keras yang memastikan kemenangan 2-1 bagi Inggris.
Tuchel menilai timnya menunjukkan respons yang tepat setelah tertinggal. Seusai jeda minum pada babak kedua, Inggris mampu menciptakan sejumlah peluang meski beberapa kali digagalkan penampilan gemilang kiper Lionel Mpasi-Nzau.
Ia juga menyinggung keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Inggris setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR. "Respons para pemain serta keyakinan mereka sungguh luar biasa. Kami menemukan cara untuk menang. Dan kemenangan ini memang layak kami dapatkan," kata mantan pelatih Paris Saint-Germain dan Chelsea itu.
Tuchel kemudian menggambarkan naluri mencetak gol Kane dengan analogi seekor hiu. Menurut dia, penyerang berusia 32 tahun tersebut selalu mampu memanfaatkan peluang ketika lawan mulai kehilangan kendali. "Mereka semua adalah hiu. Saat mereka mencium bau darah, mereka datang dan mencetak gol," kata Tuchel, seperti dikutip The Guardian.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469567/original/092858600_1768130667-4.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)