AHLI lingkungan dan kesehatan dari European Environment Agency (EEA) Gerardo Sanchez mengungkap dampak polusi udara terhadap kesehatan mental masyarakat. Menurut dia, polusi menjadi salah satu pemicu yang memperburuk masalah ini terutama bagi mereka yang terpapar selama periode sensitif, misalnya masa anak-anak dan kehamilan.
Sanchez menjelaskan bukti yang menghubungkan polusi udara dengan masalah kesehatan mental. Dalam jangka panjang, paparan partikel debu halus dan nitrogen dioksida dikaitkan dengan timbulnya maupun memburuknya gejala depresi. Puncak polusi jangka pendek juga dikaitkan dengan memburuknya gejala skizofrenia, dan dalam beberapa kasus dengan gejala kecemasan dan bipolar.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Demikian pula untuk kebisingan, kata Sanchez, menjadi bukti moderat untuk mendukung adanya hubungan antara padatnya lalu lintas jalan raya dengan tingkat depresi masyarakat. Dalam kasus ini, stres terkait kebisingan dan gangguan tidur dianggap memainkan peran kunci.
Kemudian, bukti untuk polutan lain juga muncul tetapi kurang konsisten. Sanchez mencontoh pada kontaminasi bahan kimia seperti timbal yang juga berkaitan dengan masalah kesehatan mental. “Studi mengaitkan timbal dan asap rokok pasif dengan depresi dan skizofrenia, terutama ketika paparan terjadi sebelum lahir atau pada masa anak-anak,” kata dia dikutip dari laman resmi EEA.
Badan Lingkungan Eropa itu mempublikasi bukti-bukti hubungan antara polusi dengan masalah kesehatan ini dalam laporan bertajuk Pollution and Mental Health: Current Scientific evidence. Di dalamnya disampaikan, meskipun ada kaitan antara polusi dan kesehatan mental yang terus meningkat, sains belum bisa menetapkan hubungan sebab-akibat yang pasti untuk persoalan ini.
Sebagian besar studi saat ini masih bersifat lintas sektoral, artinya mereka mengamati satu populasi pada satu titik waktu saja. Ada asosiasi tetapi belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibatnya. “Kita membutuhkan lebih banyak studi jangka panjang dan perkembangan yang mengikuti orang-orang dari waktu ke waktu untuk menentukan kapan dan bagaimana polusi mempengaruhi kesehatan mental,” ucap Sanchez.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)











