Bandung Berupaya Jaga Keberlangsungan Industri Tahu Tempe

5 hours ago 2

WALI Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, harga kedelai saat ini sudah berada di atas Rp 10 ribu per kilogram dan terus menunjukkan tren kenaikan. Menurut dia, kondisi tersebut sulit diintervensi pemerintah daerah karena kedelai merupakan bahan baku impor.

“Harga kedelai itu sekarang enggak bisa ditolong. Sudah di atas Rp 10 ribu per kilogram, bahkan mendekati Rp 11 ribu. Karena ini barang impor, ya kita mengikuti mekanisme pasar,” kata Farhan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 13 Juni 2026.

Meski tidak dapat menekan harga bahan baku, Pemerintah Bandung menegaskan akan fokus menjaga keberlangsungan industri tahu dan tempe yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi pelaku usaha mikro.

Farhan mengatakan, salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong para pengrajin tahu dan tempe untuk meningkatkan efisiensi produksi agar tetap mampu bertahan menghadapi kenaikan biaya bahan baku.

“Kita mengimbau kepada para pengrajin tahu dan tempe agar lebih efisien. Yang penting produksi jangan sampai berhenti,” ujarnya.

Selain mendorong efisiensi, Pemerintah Bandung berupaya memastikan distribusi dan akses pemasaran produk tahu serta tempe berjalan lancar di berbagai wilayah kota. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga roda ekonomi sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.

Di sisi konsumen, Farhan melanjutkan, pemerintah daerah juga berupaya menjaga daya beli agar kenaikan harga tidak terlalu membebani masyarakat. Menurut dia, keseimbangan antara harga jual dan kemampuan konsumsi masyarakat menjadi faktor penting untuk mempertahankan keberlangsungan pasar produk berbahan kedelai.

“Kami jaga supaya konsumen yang biasa beli kuliner tahu dan tempe tetap punya daya beli. Jadi walaupun harganya naik, masih bisa terbeli,” ucapnya.

Menurut dia, industri tahu dan tempe memiliki peran strategis karena tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Karena itu, keberlangsungan produksi harus tetap terjaga meski menghadapi tekanan kenaikan harga bahan baku.

Farhan berharap para pelaku usaha tetap optimis dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah. Pemerintah, lanjutnya, akan terus berupaya menjaga ekosistem usaha agar tetap berjalan. “Yang paling penting produksi tahu dan tempe jangan sampai berhenti,” ujarnya.

Pilihan Editor: Bertumpu pada Impor Kedelai

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |