Baznas membuka Beasiswa Cendekia 2026 untuk mahasiswa D4/S1 di 246 perguruan tinggi.(Baznas)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi meluncurkan Beasiswa Cendekia Baznas 2026. Program ini dibuka bagi mahasiswa aktif program D4 dan S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia.
Dari total 246 institusi pendidikan tersebut, sebanyak 112 perguruan tinggi berada di bawah naungan Kemendiktisaintek, sementara 134 lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa kolaborasi strategis ini merupakan upaya nyata untuk menghadirkan pemerataan akses pendidikan, terutama bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Langkah ini juga disebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 dalam memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
"Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Pendidikan adalah sektor penting dalam pengentasan kemiskinan, karena itu Baznas mengalokasikan 27 persen dana untuk sektor ini," ujar Sodik dalam keterangannya, Kamis (10/9).
Sodik menambahkan, program ini tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi sebuah gerakan untuk menjadikan zakat sebagai pilar pembangunan SDM melalui perluasan akses, peningkatan kualitas mahasiswa, serta keberlanjutan kontribusi alumni.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Baznas. Menurutnya, investasi terbaik sebuah bangsa terletak pada pendidikan.
"Kami sangat mengapresiasi Baznas yang berdiri di barisan paling depan. Kami berharap hal ini dapat menstimulasi lembaga filantropi lainnya untuk semakin berkontribusi melalui Baznas guna membuka peluang bagi anak bangsa memperbaiki kondisi sosial dan kesejahteraan keluarganya," kata Brian.
Cakupan Bantuan dan Kriteria Penerima
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan telah mencapai Rp1,56 triliun dengan jutaan penerima manfaat. Program beasiswa ini kini telah berkembang menjadi ekosistem besar yang mencakup ribuan peserta di dalam negeri dan Ma’had Aly.
Beasiswa Cendekia Baznas 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria berikut:
- Mahasiswa aktif mulai semester 5.
- Prioritas bidang studi: Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE).
- Menyasar mahasiswa berprestasi, aktivis, dan penyandang disabilitas.
Adapun komponen bantuan yang diberikan meliputi:
| Subsidi UKT (Kampus Prioritas) | Hingga Rp7 juta per semester |
| Subsidi UKT (Kampus Reguler) | Hingga Rp4 juta per semester |
| Bantuan Riset Tugas Akhir | Rp3 juta per mahasiswa |
Selain bantuan finansial yang diberikan selama empat semester, para penerima beasiswa juga akan mendapatkan pembinaan pengembangan diri serta bantuan prestasi bagi mereka yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional. (E-3)








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)









