Kebakaran Hutan Gunung Ciremai Padam, Petugas Lakukan Pendinginan

1 hour ago 1
Kebakaran Hutan Gunung Ciremai Padam, Petugas Lakukan Pendinginan Petugas terlihat berupaya memadamkan api di hutan Taman Nasional Gunung Ciremai.(Dok Istimewa)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) akhirnya berhasil dipadamkan. Meski api sudah tidak terlihat, petugas gabungan saat ini masih disiagakan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengonfirmasi bahwa titik api di kawasan gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut sudah tidak terpantau sejak Rabu (9/9) malam.

“Pada Rabu (9/9) pukul 20.00 WIB titik api di kawasan Gunung Ciremai sudah tidak lagi terlihat,” ujar Indra, Kamis (10/9).

Ia menambahkan, meskipun api telah padam, petugas gabungan tetap bertahan di lokasi untuk melakukan pendinginan dan penyekatan. Langkah ini diambil guna mencegah munculnya kembali titik api (reignite) di area yang sebelumnya terbakar.

Luas Lahan dan Lokasi Terdampak

Berdasarkan data sementara, kebakaran awalnya muncul di Blok Cileutik, kemudian merambat ke Blok Manguntapa dan Blok Simaung yang berada di wilayah Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

“Untuk luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 40 hektar. Namun, hingga kini pihak TNGC masih terus melakukan pemetaan secara akurat,” jelas Indra.

Kendala Medan dan Cuaca

Indra mengakui bahwa proses pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat. Akses jalan menuju titik api sangat terjal dan didominasi bebatuan, sehingga menyulitkan mobilisasi petugas dan peralatan.

Selain faktor geografis, kendala cuaca juga menjadi hambatan utama. Arah tiupan angin yang berubah-ubah serta keterbatasan sumber air di ketinggian membuat api sulit dikendalikan. Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau panjang turut mempercepat perambatan api ke blok-blok lain.

Metode Pemadaman: Petugas gabungan menggunakan kombinasi cara manual dengan memukul-mukul api menggunakan dahan pohon, serta bantuan mesin pompa, selang, nosel, dan jetshooter. BPBD Kuningan juga mengerahkan unit water tank berkapasitas 5.000 liter untuk menyuplai kebutuhan air.

Kebakaran di kawasan hutan konservasi TNGC ini pertama kali diketahui pada Senin (7/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Api awalnya dilaporkan oleh warga yang sedang beraktivitas tani di sekitar wilayah hutan sebelum akhirnya meluas akibat tiupan angin kencang.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |