Cerita Hari Pertama Sekolah: dari MBG hingga Terror Bom

4 hours ago 5

HARI pertama sekolah tahun ajaran 2026/2027 di Indonesia telah dimulai serentak pekan ini. Setelah libur panjang semester genap, para siswa mulai kembali masuk pada Senin, 13 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Tahun ini, kembalinya para siswa ke sekolah ditandai dengan berbagai kegiatan. Makan bergizi gratis (MBG) mulai kembali didistribusikan sejak hari pertama. Selain itu, para aparatur sipil negara (ASN) juga mendapat fleksibilitas untuk mengantar anak mereka ke sekolah.

Di salah satu sekolah yakni SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, kejadian tak biasa terjadi. Sekolah di Jagakarsa, Jakarta Selatan itu menerima ancaman teror bom.

Tempo merangkum beberapa berita mengenai hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027. Apa saja?


Hari Pertama Sekolah, MBG Dibagikan Pagi

Distribusi MBG ke sekolah-sekolah kembali berjalan di hari pertama masuk. Contohnya, menu MBG di Sekolah Dasar (SD) Negeri Grogol Utara 05 Pagi, Jakarta Selatan, yang dibagikan lebih pagi saat hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru, Senin. Menu yang biasa disantap saat makan siang itu mendadak jadi menu sarapan para siswa.

Kepala SDN Grogol Utara 05 Pagi Jakarta Agung Tri mengatakan langkah tersebut diambil lantaran jatah makan bergizi diantar terlalu pagi, yakni pada pukul 07.00 WIB. khawatir kualitas makanan menurun jika baru dibagikan pada siang hari.

"Untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi dimasaknya kan sudah dari dini hari. Jadi ketika datang, langsung kami bagikan," ujar Agung saat ditemui di sekolah. Menu MBG yang dibagikan hari ini terdiri atas nasi, ayam teriyaki, perkedel, tumis wortel, dan sepotong semangka.

Menurut Agung, sebagian siswa menghabiskan makanan yang diterima. Namun, sebagian lainnya memilih menyimpan makanannya di wadah bekal yang mereka bawa, khususnya murid kelas I yang masih beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

“Memang lebih baik dibagikan pagi saja makanannya, karena kalau siang sudah dingin dan anak-anak lebih memilih jajan,” tutur dia.


SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Terima Ancaman Teror Bom

SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan menerima teror bom di hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026-2027.

Kepala Kepolisian Sektor Jagakarsa Komisaris Nurma Dewi mengatakan tim dari Gegana dan Densus 88 telah datang untuk mengecek kebenaran ancaman tersebut. "Masih disisir," katanya di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Awalnya teror bom ini beredar di kalangan guru. Nurma mengatakan polisi menerima laporan pukul 7.30 WIB. Saat itu guru dan para siswa sedang melaksanakan upacara pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Setelah para petugas tiba, mereka mengevakuasi seluruh guru dan siswa dari sekolah. Berdasarkan pantauan, tampak tiga personel Brimob berjaga di dalam sekolah dengan membawa senjata api dan dua unit mobil Tim Gegana.


ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mengimbau instansi pemerintah untuk memberikan fleksibilitas kerja bagi ASN yang ingin mengantarkan anaknya di hari pertama masuk sekolah.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat Menteri PANRB nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan pada Jumat, 10 Juli 2026. Kebijakan ini dikeluarkan dalam rangka mendukung penguatan ketahanan sekaligus mengoptimalkan peran keluarga bagi pegawai ASN.

Melalui surat tersebut, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di setiap instansi pemerintah diminta memberikan kesempatan kepada ASN yang memiliki anak di jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah untuk mendampingi buah hati mereka. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri PANRB No. 4/2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah.


Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah Kembali Berjalan

Pada awal tahun ajaran ini, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) kembali muncul. Gerakan ini, yang didukung pemerintah, diadakan untuk menjawab tantangan kurangnya peran ayah dalam pengasuhan atau fatherless di Indonesia.

Di berbagai sekolah, tampak para ayah mengikuti gerakan ini dan mengantar buah hati mereka. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan gerakan ini penting untuk membangun ikatan emosional dan psikologis yang lebih kuat.

"Perjalanan mengantar sekolah itu menjadi kesempatan bagi ayah untuk membangun komunikasi dengan anak, karena jika ayah tidak mengajak anak berbicara, maka anak akan lebih banyak 'berbicara' dengan handphone," katanya seperti dikutip Antara, Senin.

Surat Edaran (SE) Mendukbangga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) diterapkan secara berkelanjutan, termasuk pada hari pertama masuk sekolah hari ini.


MPLS Dimulai di Berbagai Sekolah

Pekan pertama semester baru biasanya diisi dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. Dalam masa orientasi ini, para siswa diberikan berbagai materi, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah hingga menyiapkan mereka untuk tahun ajaran baru.

MPLS juga berlangsung di Sekolah Rakyat, program sekolah baru dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengumumkan MPLS di Sekolah Rakyat akan melibatkan taruna-taruni dari Akademi Militer dan Kepolisian. 

Pendampingan intensif para taruna di sekolah berasrama ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari. Menurut Saifullah, keterlibatan taruna Akmil ini bertujuan utama untuk memperkuat kedisiplinan para siswa baru.

"Mereka mendampingi proses pembelajaran siswa-siswi Sekolah Rakyat mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali," ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2026.


Ade Ridwan Yandwiputra, Aliy Arivin Anward, dan Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |