Gerakan Anti Ruam Perluas Edukasi ke 450 Posyandu dan 180 Puskesmas

5 hours ago 1
Gerakan Anti Ruam Perluas Edukasi ke 450 Posyandu dan 180 Puskesmas Ilustrasi(Dok Istimewa)

Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi kesehatan kulit bayi sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

Melalui gerakan yang menargetkan 50.000 ibu dan bayi, kampanye ini diharapkan meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit sejak dini guna mencegah berbagai gangguan, termasuk ruam popok yang masih kerap dialami bayi.
Baby Happy, merek popok bayi dari Wings Care, memperluas program Gerakan Anti Ruam dengan target menjangkau 50 ribu ibu dan bayi di Indonesia.

Peluncuran program ditandai melalui Festival Gerakan Anti Ruam 2026 di Jakarta pada 20 Juli 2026 sebagai awal rangkaian edukasi di 10 kota dengan melibatkan tenaga kesehatan serta berbagai pemangku kepentingan.
Program ini merupakan kelanjutan dari Gerakan Anti Ruam yang berjalan selama dua tahun terakhir. Pada 2026, cakupan edukasi diperluas lewat kolaborasi bersama tenaga kesehatan di 450 posyandu, 180 puskesmas, dan 20 rumah sakit di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Sumatra.

Melalui kegiatan ini, orang tua diajak memahami pentingnya menjaga skin barrier atau lapisan pelindung alami kulit bayi yang berfungsi sebagai pertahanan pertama terhadap iritasi, infeksi, dan kehilangan cairan. Edukasi tersebut penting karena kulit bayi masih berada dalam tahap perkembangan sehingga rentan mengalami gangguan daripada kulit orang dewasa.

Berdasarkan kajian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Allergy, Asthma & Immunology Research pada 2025, lapisan pelindung kulit bayi masih lebih tipis dan belum berkembang sempurna. Kondisi ini membuat area popok lebih mudah mengalami iritasi akibat paparan kelembapan, urine, feses, dan gesekan yang terjadi setiap hari.

Dokter Spesialis Anak dr Damar Prasetya SpA MSc MPsiT mengatakan menjaga kesehatan skin barrier menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

"Rusaknya skin barrier dan kondisi ruam popok dapat mengganggu tumbuh kembang anak secara optimal karena kulit yang iritasi berpotensi jadi sarana masuknya infeksi bakteri dan jamur. Salah satu upaya pencegahan adalah memilih popok tepat agar kulit tetap kering dan terlindungi, sehingga anak dapat beraktivitas dengan nyaman dan bebas dari risiko ruam," ujarnya.

Senior Brand Manager Baby Happy Fransisca Vania Harista mengatakan perluasan program dilakukan agar semakin banyak keluarga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit bayi sejak dini.
"Tahun ini kami memperluas jangkauan Gerakan Anti Ruam kepada 50.000 ibu dan bayi melalui kolaborasi bersama tenaga kesehatan di ratusan posyandu, puskesmas, dan rumah sakit di berbagai wilayah. Kami harap semakin banyak orang tua memahami pentingnya menjaga kesehatan kulit anak sebagai fondasi tumbuh kembang yang optimal," kata Vania.

Selain edukasi, diperkenalkan pula inovasi popok yang telah melalui uji klinis hipoalergenik untuk membantu mengurangi risiko ruam pada kulit bayi sensitif. Produk itu dilengkapi teknologi soft touch dengan permukaan dua kali lebih lembut serta daya serap cepat yang membantu menjaga permukaan popok tetap lebih kering sehingga meminimalkan paparan kelembapan pada kulit bayi.

Dalam pembukaan Festival Gerakan Anti Ruam 2026, penyelenggara bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PP-PA) menggelar penandatanganan Piagam Dukungan Gerakan Anti Ruam sebagai simbol kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan ruam popok.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PP-PA Rini Handayani mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pemenuhan hak anak melalui edukasi kesehatan kepada orang tua serta kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, media, dan masyarakat. Mengacu pada tema Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, Rini menegaskan masa depan bangsa dibangun sejak anak memperoleh pengasuhan yang baik sejak lahir.

"Masa depan Indonesia tidak dimulai saat anak dewasa, tetapi sejak mereka lahir dan mendapatkan pengasuhan yang penuh kasih. Anak tidak membutuhkan orang tua sempurna, tetapi orang tua yang hadir. Kami mengapresiasi inisiatif Baby Happy yang secara konsisten mendampingi para orang tua melalui edukasi pengasuhan berbasis kesehatan bagi anak Indonesia," tutupnya. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |