Sepanjang Semester I 2026, BUMN Logistik Ini Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang

5 hours ago 3
Sepanjang Semester I 2026, BUMN Logistik Ini Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang Aktifitas angkutan barang yang ditangani KAI Logistik.(Dok.KAI Logistik)

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berfokus pada layanan distribusi logistik berbasis moda utama kereta api, berhasil mencatatkan kinerja sepanjang Semester I 2026 dengan mengelola angkutan barang mencapai sekitar 8,7 juta ton. 

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan menyatakan capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada sejumlah segmen bisnis strategis, di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi logistik nasional. Sepanjang Semester I 2026, batu bara masih menjadi komoditas utama yang dikelola dengan kontribusi sekitar 63% atau mencapai 5,4 juta ton. 

"Di sisi lain, kami juga mencatatkan pertumbuhan yang positif pada berbagai layanan unggulan, khususnya angkutan kontainer dan layanan ritel, yang menunjukkan semakin luasnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik berbasis kereta api," paparnya dalam keterangannya Selasa (21/7).

Menurut Yuskal, selain batu bara, angkutan kontainer mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi sekitar 1,5 juta ton. Layanan ritel turut tumbuh 29% dengan volume mencapai sekitar 38 ribu ton. Sementara itu, pengelolaan angkutan BBM/BBK mencapai sekitar 1,5 juta ton, diikuti angkutan semen sebesar 191 ribu ton, serta angkutan limbah B3 sekitar 4 ribu ton.

"Perseroan menorehkan capaian performa terbaik pada penghujung Semester I 2026. Pada bulan Juni, kami berhasil mengelola volume angkutan hingga 1,9 juta ton, atau berkontribusi sekitar 22% terhadap total volume Semester I 2026," terangnya.

Yuskal menyebut, capaian pada akhir semester ini menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan perusahaan. Di saat yang sama, hasil tersebut menunjukkan kemampuan KAI Logistik dalam merespons dinamika industri melalui strategi bisnis yang adaptif serta penguatan kualitas layanan secara berkelanjutan. 

Tren pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan secara kuartal. Pada Triwulan II 2026, KAI Logistik berhasil mengelola volume angkutan sebesar 5,1 juta ton, meningkat 1,5 juta ton dibandingkan Triwulan I 2026 yang berada di sekitar 3,6 juta ton. Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada hampir seluruh lini bisnis. 

"Angkutan batu bara mencatatkan kenaikan tertinggi  pada triwulan II dibandingkan triwulan I, yaitu hingga 1,3 juta ton, diikuti angkutan semen yang meningkat 46 ribu ton, angkutan kontainer meningkat 129 ribu ton, angkutan ritel yang meningkat 907 ton, serta pengelolaan limbah B3 yang meningkat 486 ton," jelasnya.

KIAN VARIATIF
Yuskal menambahkan, salah satu faktor yang membedakan pada kinerja Triwulan II juga disebabkan oleh semakin variatifnya jenis komoditas yang dilayani. Melalui layanan KALOG Pro, perseroan mulai memperluas layanan Business to Business (B2B) dengan menghadirkan angkutan Crude Palm Oil (CPO) di wilayah Sumatera Utara. 

Hingga akhir Semester I 2026, layanan tersebut telah berkontribusi terhadap pengelolaan volume sekitar 28 ribu ton. Ke depan, perusahaan menargetkan layanan angkutan CPO mampu mencapai volume hingga 200 ribu ton per tahun sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran distribusi komoditas strategis nasional sekaligus memperluas pangsa pasar logistik berbasis kereta api.

"Untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2026, kami telah menyiapkan berbagai strategi yang berfokus pada penguatan aspek operasional, komersial, dan pengembangan infrastruktur. Perusahaan akan terus mengoptimalkan diversifikasi komoditas yang dikelola melalui layanan angkutan multikomoditas, sekaligus meningkatkan kapasitas angkut guna menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang," tandasnya.

Keunggulan moda KA kata Yuskal, tidak hanya terletak pada kapasitas angkutnya, tetapi juga pada aspek keselamatan, ketepatan waktu, serta efisiensi operasional yang mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat sistem keselamatan, meningkatkan tata kelola operasional, serta menghadirkan inovasi layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. 

"Dengan langkah tersebut, kami optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif sekaligus memperkuat posisi perusahaan, sebagai penyedia solusi logistik berbasis kereta api yang aman, efisien, dan berdaya saing dalam mendukung pertumbuhan logistik nasional secara berkelanjutan," sambungnya. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |