Jakarta Philharmonic Orchestra Tampil di Ruang Terbuka Hijau

6 hours ago 2

DALAM rangka menyambut HUT ke-499 Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan menghadirkan pertunjukan musik bertajuk Lenggok Jakarta di Taman Bendera Pusaka, Jakarta, pada Jumat, 20 Juni 2026. Acara yang berlangsung pada malam hari tersebut menampilkan Jakarta Philharmonic Orchestra.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pertunjukan ini menghadirkan beragam karya musik yang memadukan nuansa Betawi, lagu-lagu nasional, hingga musik klasik Barat. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan perayaan HUT Jakarta yang tahun ini mengusung semangat kota yang terus berkembang menuju kota global.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary mengatakan penyelenggaraan konser di ruang terbuka hijau merupakan salah satu upaya menghadirkan ruang interaksi yang dapat dinikmati masyarakat. Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga melalui ruang publik yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas.

Ia menjelaskan bahwa Taman Bendera Pusaka dipilih sebagai lokasi acara karena merupakan ruang terbuka hijau yang baru diresmikan pada Maret 2026. Kehadiran taman tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkegiatan sekaligus menikmati berbagai program seni dan budaya.

Tema Lenggok Jakarta diangkat untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat ibu kota yang beragam. Istilah “lenggok” merujuk pada gerakan yang luwes dan penuh keceriaan, sejalan dengan semangat warga Jakarta dalam menjalani kehidupan sehari-hari di tengah berbagai perubahan dan tantangan kota.

Salah satu pendiri Jakarta Philharmonic Orchestra, Neneng Rahardja, mengatakan perayaan HUT Jakarta juga menjadi bagian dari perjalanan panjang orkestra tersebut dalam mendukung citra Jakarta sebagai kota global. Dalam pertunjukan itu, para musisi membawakan medley lagu-lagu Betawi, karya Ismail Marzuki berjudul "Chandra Buana", komposisi Concerto karya F. Seitz, serta Concerto in A Minor karya Antonio Vivaldi. Penonton juga disuguhkan karya Harry Sabar bertajuk "Lenggang Lenggok Jakarta", lagu "Tanah Airku" ciptaan Ibu Soed, "Bangun Pemuda Pemudi" karya Alfred Simanjuntak, hingga lagu khas Jakarta, "Ondel-Ondel". 

Penampilan Jakarta Philharmonic Orchestra dalam acara Lenggok Jakarta di Taman Bendera Pusaka, Monas, Jakarta, 25 Juni 2026. Dok. Panitia Lenggok Jakarta

Pertunjukan tersebut menghadirkan penyanyi Renno Khrisna dan Yola Meilisa Lubis yang membawakan sejumlah lagu bersama Jakarta Philharmonic Orchestra. Rangkaian penampilan menghadirkan perpaduan antara identitas budaya Betawi, semangat kebangsaan, dan tradisi musik klasik yang mencerminkan wajah Jakarta sebagai kota yang berakar pada budaya lokal sekaligus terbuka terhadap berbagai pengaruh global.

Menurut Neneng, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus dilakukan melalui berbagai pertunjukan yang menampilkan aransemen lagu-lagu bertema Jakarta, karya musisi Indonesia, serta repertoar klasik yang dibawakan dalam format orkestra.

"Di tahun 70-an, orkestra ini luar biasa, menjadi sebuah orkes yang sangat terkenal di Asia," ucap Neneng menceritakan sejarah dari Jakarta Philharmonic Orchestra. "Itu selalu dihadiri banyak orang bahkan sampai di acara malam ini."

Ia menjelaskan bahwa Jakarta Philharmonic Orchestra memiliki sejarah yang panjang, bermula dari Batavian Staff Orchestra (BSO) yang dibentuk pemerintah kolonial Belanda pada 1904. Setelah Indonesia merdeka, orkestra tersebut berganti nama menjadi Radio Philharmonisch Orkest (RPO) pada 1948 dan berada di bawah pembinaan Wakil Presiden saat itu, Mohammad Hatta. Pada masa itu, RPO dikenal sebagai salah satu orkestra terbesar di Asia. Selanjutnya, orkestra ini berganti nama menjadi Orkes Radio Djakarta pada 1950 sebelum bergabung dengan Orkes Studio Djakarta dan membentuk Orkes Simfoni Jakarta. Pada 1999, Orkes Simfoni Jakarta kemudian berganti nama menjadi Jakarta Philharmonic Orchestra yang digunakan hingga saat ini.

Taman Bendera Pusaka sendiri merupakan ruang terbuka hijau seluas 5,6 hektare yang terbentuk dari integrasi Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. Selain menjadi area rekreasi dan olahraga bagi masyarakat, taman tersebut kini juga dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi seni dan budaya yang dapat diakses publik.

Melalui pertunjukan ini, perayaan HUT ke-499 Jakarta tidak hanya menjadi ajang peringatan hari jadi kota, tetapi juga ruang pertemuan antara seni, budaya, dan masyarakat di ruang publik yang terbuka.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |