Canberra (ANTARA) - Para pemimpin Jepang dan Australia, Senin (4/5) sepakat untuk meningkatkan kolaborasi guna memastikan pasokan stabil mineral kritis, energi, dan kebutuhan penting lainnya, di tengah dominasi logam tanah jarang oleh China serta konflik di Timur Tengah.
Dengan merilis lima dokumen hasil pertemuan di Canberra, termasuk deklarasi bersama mengenai keamanan ekonomi, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan mitranya dari Australia Anthony Albanese menegaskan bahwa kedua negara akan semakin mendorong kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan siber.
Jepang dan Australia “memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di kawasan serta komunitas internasional” dan merupakan “pelopor kolaborasi di antara mitra yang memiliki pemikiran sama,” kata Takaichi dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan, seraya menggambarkan hubungan kedua negara sebagai “aliansi semu/kuasi aliansi.”
Albanese mengatakan para pemimpin menyepakati berbagai “hasil ambisius yang secara komprehensif meningkatkan kemitraan strategis khusus kami” dan bahwa kedua negara “tidak pernah sedemikian selaras secara strategis seperti sekarang.”
Dalam deklarasi bersama yang berfokus pada pembangunan rantai pasok yang tangguh untuk logam tanah jarang, sumber daya energi, dan produk pangan, kedua negara menyampaikan “keprihatinan kuat” atas pembatasan ekspor mineral kritis, yang tampaknya merujuk pada pengetatan kontrol ekspor oleh China belum lama ini.
Logam tanah jarang sangat penting untuk produk berteknologi tinggi seperti kendaraan listrik dan semikonduktor. China disebut menambang sekitar 70 persen logam tanah jarang dunia dan memurnikan sekitar 90 persen di antaranya, sementara Australia juga dikenal sebagai produsen utama.
Jepang sangat bergantung pada China dalam pengadaan logam tanah jarang. Sejak awal tahun ini, Beijing memperketat pembatasan ekspor barang penggunaan ganda, yang dapat digunakan untuk keperluan sipil maupun militer, dengan kemungkinan mencakup logam tanah jarang.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas pernyataan Takaichi di parlemen pada November bahwa Jepang berpotensi mengerahkan Pasukan Bela Diri untuk mendukung Amerika Serikat jika terjadi serangan terhadap Taiwan.
Serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari telah mengganggu transportasi minyak mentah global dan memicu kenaikan harga, sehingga menimbulkan tantangan bagi negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak seperti Jepang.
Sementara Australia, yang dikenal kaya akan sumber daya alam, merupakan pemasok gas alam cair terbesar bagi Jepang, negara itu juga sangat bergantung pada impor produk minyak seperti bensin dan solar dari negara-negara Asia yang bergantung pada minyak mentah Timur Tengah, setelah penutupan sejumlah kilang di Australia selama beberapa dekade.
Seiring kekhawatiran bersama atas aktivitas militer China di kawasan Indo-Pasifik, Jepang dan Australia dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan kerja sama keamanan, seiring berlakunya perjanjian akses timbal balik pada 2023 yang memungkinkan pengerahan pasukan lebih cepat serta memfasilitasi latihan bersama.
Takaichi dan Albanese juga menyambut pengumuman bulan lalu mengenai kontrak untuk bersama-sama menyediakan tiga dari 11 kapal pertama bagi angkatan laut Australia, yang didasarkan pada kapal fregat siluman multi-misi kelas Mogami dari Jepang.
Para pemimpin dari dua sekutu Amerika Serikat tersebut juga sepakat untuk menjajaki langkah konkret hingga pertemuan berikutnya guna meningkatkan dan melembagakan kerja sama keamanan komprehensif mereka, termasuk di bidang keamanan ekonomi, kata Takaichi.
Kunjungan Takaichi ke Australia, yang mulai menjabat pada Oktober, bertepatan dengan peringatan 50 tahun penandatanganan perjanjian dasar persahabatan dan kerja sama kedua negara tahun ini.
Perjalanan luar negeri Takaichi selama lima hari sejak Jumat, sebelumnya juga mencakup kunjungan ke Vietnam.
Sumber: Kyodo-OANA
Baca juga: Menteri luar negeri Quad luncurkan inisiatif mineral kritis
Baca juga: PM Takaichi tolak batasi energi demi ekonomi Jepang tetap jalan
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520067/original/091584500_1772605601-Tak-Hanya-Sepak-Bola--Omid-Popalzay-Kini-Jatuh-Cinta-pada-Ramadan-di-Aceh-1772525217.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)