Kemendukbangga: Mayoritas Generasi Muda Indonesia Tetap Ingin Menikah dan Punya Anak

5 hours ago 5
 Mayoritas Generasi Muda Indonesia Tetap Ingin Menikah dan Punya Anak Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto.(Dok. Antara)

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengungkapkan bahwa mayoritas generasi muda di Indonesia masih menempatkan pernikahan dan memiliki anak sebagai tujuan hidup ideal di masa depan. Temuan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa nilai-nilai keluarga mulai ditinggalkan oleh generasi baru.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menjelaskan bahwa keinginan membangun keluarga ini merata di berbagai wilayah, mulai dari provinsi besar hingga wilayah timur Indonesia. Data ini selaras dengan survei UNFPA yang menunjukkan masyarakat Indonesia tetap memiliki aspirasi kuat untuk memiliki keturunan.

"Mayoritas masyarakat tetap memilih menikah. Temuan ini selaras dengan survei UNFPA bahwa masyarakat Indonesia tetap memiliki keinginan membangun keluarga dan memiliki anak," ujar Bonivasius dalam taklimat media menyambut Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Pergeseran Paradigma: Dari "Dua Anak Cukup" ke "Dua Anak Lebih Sehat"

Seiring dengan perubahan zaman, pemerintah kini menggeser perspektif kependudukan. Fokus kebijakan tidak lagi sekadar membatasi jumlah anak, melainkan mewujudkan keluarga berkualitas melalui konsep sustainable demography atau keseimbangan penduduk.

Bonivasius menekankan bahwa narasi yang dikembangkan kini adalah "Dua anak lebih sehat", menggantikan slogan lama "Dua anak cukup". Pemerintah memperbolehkan keluarga memiliki lebih dari dua anak, dengan catatan kualitas hidup, pendidikan, dan kesehatan anak terjamin sepenuhnya.

"Berencana itu keren untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Fokus kebijakan tidak lagi sekadar membatasi jumlah anak, tetapi mendorong keseimbangan penduduk agar tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit," imbuhnya.

Tantangan Ekonomi dan Solusi Daycare di Tempat Kerja

Meski keinginan menikah tetap tinggi, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Berdasarkan survei UNFPA di 73 negara, hambatan terbesar (72 persen) bagi generasi muda untuk memiliki anak adalah kondisi ekonomi yang menantang serta keterbatasan akses terhadap perumahan layak.

Selain faktor finansial, tekanan bagi perempuan bekerja yang menghadapi beban pengasuhan anak juga menjadi perhatian serius. Sebagai solusi, Kemendukbangga mendorong penyediaan fasilitas daycare atau Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di lingkungan kerja.

Gagasan penyediaan daycare di perusahaan ini telah disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan keluarga. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda dalam mencapai stabilitas finansial serta kesehatan fisik dan mental sebelum memasuki jenjang pernikahan. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |