Kutip Falsafah Menang Tanpo Ngasorake, Ketua MPR: Kemenangan Sejati tak Merendahkan

3 days ago 3
 Kemenangan Sejati tak Merendahkan ketua MPR Ahmad Muzani(tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)

KETUA MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa melalui keadilan, keteladanan, serta dialog yang beretika. Ia mengingatkan bahwa kritik maupun perbedaan pendapat tidak boleh merusak persatuan.

Hal tersebut disampaikan Muzani saat menyampaikan pidato pembukaan pada Sidang Tahunan MPR RI bersama Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

"Persatuan harus dirawat dari hari ke hari melalui keadilan, keteladanan, dialog, dan rasa saling percaya. Karena itu, menjaga persatuan berarti menjaga keadilan. Kritik tidak boleh digunakan untuk merobek persatuan, sebaliknya persatuan juga tidak boleh digunakan untuk meredam perbedaan pendapat," kata Muzani di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pejabat negara.

Politikus Partai Gerindra tersebut mengutip filosofi kepemimpinan Jawa guna mengingatkan seluruh elemen bangsa dan kontestan politik agar tetap bersikap bijak dalam mengelola perbedaan. Muzani menyebutkan falsafah Nglurug Tanpo Bolo, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho, Menang Tanpo Ngasorake (Berjuang tanpa membawa massa, sakti tanpa jimat, kaya tanpa harta, dan menang tanpa merendahkan).

"Kemenangan sejati bukanlah kemenangan yang meninggalkan luka pada saudara sebangsa. Kemenangan sejati adalah kemenangan yang tetap menjaga persaudaraan, yang tidak menghina, tidak merundung, dan tidak mempermalukan mereka yang berbeda pandangan," ungkapnya.

Muzani mengimbau masyarakat maupun para elite politik agar menjadikan prinsip saling menghormati sebagai pedoman utama dalam kehidupan berbangsa. Ia menekankan bahwa kedewasaan berpolitik dan berkomunikasi di ruang publik merupakan benteng utama untuk merawat persatuan nasional di tengah keberagaman perspektif.

"Kemenangan sejati adalah kemenangan yang tetap menjaga persaudaraan, yang tidak menghina, tidak merundung, dan tidak mempermalukan mereka yang berbeda pandangan. 
Pesan inilah yang harus kita pegang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya. 

(P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |