Media Sosial dan AI Mengubah Cara Pelancong Bepergian

1 hour ago 1

PERILAKU pelancong mengalami pergeseran yang sangat signifikan pada 2026. Penggunaan media sosial dan AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan tidak lagi sekadar pelengkap. Tapi menjadi fondasi utama wisatawan dalam menentukan rencana perjalanan. 

Perubahan ini membuat rencana perjalanan menjadi lebih personal, efisien, dan bergantung pada pengalaman yang nyata. Era pariwisata konvensional kini berganti menjadi perjalanan dinamis yang lebih berkesan.

Media Sosial Penentu Destinasi

Menurut data survei Travel Pulse Klook 2026, 96,6 persen wisatawan Indonesia menentukan tujuan perjalanan melalui berbagai berbagai platform media sosial. Wisatawan cenderung percaya pada narasi personal yang dianggap jujur dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Konten-konten di media sosial lebih ekfektif menggerakkan minat publik dibanding promosi konvensional. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Associate Manager Social Media & Content Klook Indonesia, Syela Syaula, menyebutkan bahwa satu unggahan konten punya kekuatan mengubah keputusan konsumen secara cepat. "Satu video TikTok saja bisa membuat destinasi masuk ke bucket list, dan satu cerita yang relatable bisa membuat orang ingin langsung mencoba perjalanan bersama," kata dia, di Jakarta, Rabu 13 Mei 2026.

Menurut Syela, konten kreator menjadi jembatan yang menghubungkan audiens dengan pengalaman berwisata yang nyata. Sekaligus berperan sebagai storyteller yang menghidupkan sebuah tempat melalui perspektif unik.

Hal ini dirasakan langsung oleh kreator konten perjalanan, Catherine Viorenza. Dia menceritakan bagaimana dampak instan unggahannya membuat publik tertarik. "Baru dari upload Instagram Story sudah banyak yang minta open trip ke Shanghai, khususnya mau ke Disneyland ini, atau ditunggu upload Reels selengkapnya," kata dia kepada Tempo.

Baca juga: Akal Imitasi Makin Jadi Andalan Para Pelancong

Memanfaatkan AI 

Survei tersebut juga menunjukkan 98 persen wisatawan Indonesia sudah menggunakan platform AI untuk merencanakan perjalanan. Mulai dari riset awal, penyusunan jadwal harian (itinerary), hingga perencanaan anggaran yang presisi. Ini menunjukkan wisatawan sudah lebih mandiri dan melek data dalam mengelola perjalanan tanpa harus bergantung pada agen perjalanan konvensional.

Tren ini juga disebut Social Influence Based AI. Pelancong melihat konten menarik di media sosial, lalu menggunakan AI untuk mengatur kebutuhan perjalanan. Selain lebih singkat, tren ini mengurangi risiko kesalahan informasi dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan personal. 

Gairiah Bepergian 2026

Meski situasi ekonomi global 2026 tidak menentu akibat dinamika harga bahan bakar, gairah bepergian tetap tinggi. Survei mengungkapkan 73 persen responden berencana melakukan perjalanan domestik hingga empat kali dalam setahun. Dengan kecanggihan teknologi dapat memberikan rasa aman (travel confidence) karena informasi transportasi hingga jaminan keamanan di lokasi kini bisa dipantau secara langsung. 

Pergeseran perilaku juga terlihat dari prioritas pengeluaran. Sebanyak 87 persen responden menyatakan tetap mempertahankan atau meningkatkan anggaran perjalanan mereka. Namun, fokus utamanya bukan lagi membeli suvenir mewah, melainkan pengalaman. Senior Manager Marketing Klook Indonesia, Christy Olivia mencatat wisatawan kini lebih suka menghabiskan uang untuk tur lokal atau kelas budaya. "Semakin lokal, mereka semakin happy," kata dia.

Catherine  mencontohkan wisatawan yang bepergian ke Cina tidak lagi sekadar melihat pemandangan, tapi mencari atraksi  dan pengalaman yang berkesan. "Contohnya sekarang ke tembok China naiknya bisa pakai chairlift turunnya pakai toboggan atau perosotan, dining experience ala kerajaan China juga menarik karena kita menggunakan kostum, make up, dan properti penyajian makanan, performance,  spot foton-ya juga juara," ujarnya. 

Imanda Zahwa berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Mengapa Wisatawan Mengunjungi Destinasi Sama Berulang Kali

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |