Meditasi Tak Harus Duduk Diam, Yuk Kenali Cara Menenangkan Diri dan Mengelola Batin

4 hours ago 1

CANTIKA.COMJakarta - Mendengar kata meditasi, sebagian orang mungkin langsung membayangkan seseorang duduk bersila dalam keheningan, mengatur napas, lalu berusaha mengosongkan pikiran. Gambaran tersebut membuat meditasi terasa seperti aktivitas yang membutuhkan teknik khusus dan tidak mudah dilakukan di tengah rutinitas sehari-hari.

Padahal, meditasi memiliki beragam pendekatan. Salah satunya adalah Soul Reflection, metode meditasi yang diperkenalkan Bunda Arsaningsih dengan fokus pada pengamatan diri dan pengelolaan kondisi batin.

Alih-alih memaksa pikiran menjadi kosong atau mengharuskan tubuh berada dalam posisi tertentu, pendekatan ini mengajak praktisinya mengenali berbagai pikiran dan emosi yang muncul, kemudian mengelolanya secara sadar.

"Pendekatan ini hadir di tengah semakin besarnya perhatian terhadap kesehatan mental. Dalam kehidupan yang serba cepat, seseorang tidak hanya membutuhkan waktu untuk beristirahat secara fisik, tetapi juga ruang untuk berhenti sejenak dan memahami apa yang sedang terjadi di dalam dirinya," ucap Arsaningsih melalui siaran pers, Minggu, 9 Agustus 2026.

Meditasi Tidak Harus Membuat Pikiran Kosong

Salah satu anggapan yang cukup umum mengenai meditasi adalah seseorang harus mampu mengosongkan pikiran agar dianggap berhasil. Padahal, bagi Soul Reflection, pikiran yang terus bermunculan merupakan hal yang wajar.

Bunda Arsaningsih menjelaskan bahwa fungsi dasar otak memang untuk berpikir. Karena itu, ketika seseorang mulai duduk tenang, bukan tidak mungkin berbagai pikiran justru bermunculan lebih banyak.

Dalam pendekatan Soul Reflection, pikiran tersebut tidak perlu dilawan atau dipaksa menghilang. Sebaliknya, pikiran digunakan sebagai sarana untuk mengenali diri dan mengamati gejolak batin yang sedang terjadi.

"Misalnya, ketika seseorang kembali mengingat sebuah perkataan yang pernah menyakiti hati, munculnya rasa sedih, marah, kecewa, atau cemas dapat menjadi sesuatu yang diamati. Dari sana, seseorang diajak mengenali sumber perasaan tersebut dan belajar mengelolanya," ucap Bunda Arsaningsih.

Dengan begitu, meditasi tidak selalu dipahami sebagai aktivitas untuk melarikan diri dari pikiran, tetapi sebagai kesempatan untuk berhadapan dengan apa yang sedang dirasakan.

Mengenali Gejolak Batin Sebelum Mengganggu Keseharian

Dalam konsep Soul Reflection, kemampuan mengenali kondisi batin sejak awal menjadi bagian penting. Rasa cemas, sedih berkepanjangan, maupun tekanan akibat sebuah peristiwa dapat menjadi sinyal bahwa seseorang membutuhkan waktu untuk berhenti dan mengevaluasi kondisi dirinya.

Pendekatan ini juga sejalan dengan pentingnya mengenali masalah kesehatan mental sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Namun, meditasi tidak seharusnya diposisikan sebagai pengganti diagnosis atau perawatan profesional ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan mental.

Bagi praktisi Soul Reflection, pengamatan terhadap diri dilakukan untuk membantu seseorang lebih sadar terhadap apa yang sedang terjadi dalam dirinya.

Menariknya, proses tersebut tidak selalu harus dilakukan dengan menghentikan seluruh aktivitas. Pemula mungkin membutuhkan waktu khusus untuk berlatih, sedangkan praktisi yang sudah terbiasa dapat menerapkan prinsip pengamatan diri dalam aktivitas sehari-hari.

Tiga Fondasi dalam Soul Reflection

Soul Reflection memiliki tiga fondasi utama, yakni identifikasi, pemurnian, dan top up tabungan kebaikan.

1. Identifikasi

Tahap pertama adalah mengamati diri. Praktisi diajak mengenali respons emosional ketika menghadapi sesuatu yang tidak sesuai harapan, mengingat pengalaman masa lalu, atau berada dalam situasi yang memicu ketidaknyamanan.

Dengan mengenali respons tersebut, seseorang diharapkan dapat memahami dirinya secara lebih mendalam.

2. Pemurnian

Tahap berikutnya adalah proses yang dalam pendekatan Soul Reflection disebut sebagai pemurnian. Proses ini dilakukan melalui keterhubungan spiritual dengan Tuhan serta upaya melepaskan berbagai luka dan emosi yang dianggap masih membebani batin.

Pendekatan spiritual dalam Soul Reflection diklaim bersifat universal dan tidak terikat pada satu agama tertentu. Karena itu, praktiknya disebut dapat diikuti oleh individu dari berbagai latar belakang keyakinan.

3. Top up Tabungan Kebaikan

Setelah mengenali dan berupaya melepaskan beban batin, praktisi diajak mengisi kembali dirinya dengan hal-hal positif.

Dalam konsep ini, “top up tabungan kebaikan” dapat dilakukan melalui niat baik, doa, cinta kasih, pelayanan, maupun tindakan yang memberi manfaat bagi orang lain.

Bagi Bunda Arsaningsih, meditasi bukan hanya tentang mendapatkan rasa tenang selama beberapa menit. Lebih dari itu, praktik meditasi dapat menjadi ruang untuk mengenali diri.

Salah satu peserta, Ira Sophia, wirausaha di bidang arsitektur interior desain di Singapura, membagikan pengalamannya mengikuti SOUL Reflection. “Melalui teknik Meditasi SOUL Reflection, saya belajar untuk tidak hanya memendam masalah, tetapi benar-benar ‘membersihkan’ akar masalah tersebut.”

Pengalaman serupa juga disampaikan Santi, peserta dari Jakarta, yang merasa praktik tersebut membantunya lebih terbuka dalam mengenali diri. “Setelah mengikuti meditasi ini, saya menjadi lebih terbuka untuk mengenal diri.”

Mengapa Pagi Hari Dianggap Waktu yang Baik?

Bunda Arsaningsih merekomendasikan pagi hari sebagai salah satu waktu untuk melakukan SOUL Reflection, terutama ketika suasana masih relatif tenang.

Rentang pukul 03.00 hingga 05.00 pagi disebut sebagai waktu yang baik untuk membangun suasana hening dan reflektif. Namun, bagi mereka yang memiliki rutinitas berbeda, praktik meditasi tetap dapat dilakukan pada waktu lain yang memungkinkan.

Intinya, meditasi tidak harus menjadi aktivitas yang menambah beban dalam rutinitas. Justru, praktik refleksi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Pendekatan mengenai keheningan pagi juga memiliki kemiripan dengan sejumlah tradisi spiritual dan keagamaan yang menempatkan waktu pagi sebagai momen untuk berdoa, refleksi, dan kembali terhubung dengan Tuhan.

Di tengah kehidupan yang dipenuhi notifikasi, pekerjaan, tuntutan sosial, dan berbagai informasi, kemampuan untuk berhenti sejenak menjadi semakin berharga.

Meditasi dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan jeda tersebut. Bukan selalu dengan duduk diam dalam waktu lama, tetapi dengan memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menyadari apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan.

Soul Reflection menawarkan pendekatan yang menempatkan pengamatan diri sebagai bagian penting dalam meditasi. Bagi praktisinya, proses tersebut bukan sekadar mencari pikiran yang kosong, melainkan belajar mengenali gejolak batin dan membangun hubungan spiritual sesuai keyakinan masing-masing.

Pilihan Editor: Meditasi Bisa Jadi Solusi untuk Atasi Masalah Kesehatan Mental Perempuan Pekerja

ECKA PRAMITA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |